News Index
Date From :
Date To :
Untuk mengerem impor sekaligus meningkatkan daya saing industri farmasi dan alat kesehatan di dalam negeri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong pengembangan riset terapan biofarmaka alias tanaman yang bermanfaat untuk obat-obatan, kesehatan dan kosmetik.
Rakyat Merdeka - Selasa, 17 September 2019 17:40 WIB
Jakarta - Perkembangan teknologi membuat peredaran obat dan kosmetik kian tak terbendung. Tinggal klik, obat dan kosmetik yang diinginkan sampai di rumah. Tapi, mirisnya, belum ada jaminan keamanan atas produk yang dibeli.
Prokal.co - Selasa, 17 September 2019 21:28 WIB
Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus menerus berupaya memperkuat dan meningkatkan kemampuan dalam melakukan pengawasan obat dan makanan.
Suaramuslim.net - Selasa, 17 September 2019 21:26 WIB
Jakarta – Kementerian Kesehatan mengharapkan bahan baku industri farmasi menurun seiring dengan berbagai upaya pemerintah dalam bentuk rencana aksi pengembangan industri farmasi dalam negeri, prioritas pengadaan barang/jasa kesehatan pemerintah lewat e-katalog, promosi produk dalam negeri serta hilirasi inovasi hasil riset.
Suaramuslim.net - Selasa, 17 September 2019 21:24 WIB
Kementerian Kesehatan terus berupaya meningkatkan daya saing industri farmasi dan alat kesehatan dalam negeri dengan e-katalog maupun mendorong riset terapan biofarmaka dan vaksin.
Bengkulutoday.com - Selasa, 17 September 2019 21:16 WIB
Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya meningkatkan daya saing industri farmasi dan alat kesehatan melalui ranah digital. Salah satunya mendorong riset terapan biofarmaka dan vaksin lewat pengadaan e-katalog.
Republika.co.id - Selasa, 17 September 2019 21:13 WIB
Jakarta - Kementerian Kesehatan mengharapkan bahan baku industri farmasi menurun seiring dengan berbagai upaya pemerintah dalam bentuk rencana aksi pengembangan industri farmasi dalam negeri, prioritas pengadaan barang/jasa kesehatan pemerintah lewat e-katalog, promosi produk dalam negeri serta hilirasi inovasi hasil riset.
Industry.co.id - Selasa, 17 September 2019 21:11 WIB
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta beberapa menteri direncanakan akan melakukan rapat kabinet di Pekanbaru, Riau dalam rangka penanganan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) pada Senin (16/9/2019) malam.
Riaueditor.com - Selasa, 17 September 2019 10:03 WIB
Jakarta - Ketua Komisi IX DPR, Dede Yusuf meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diperkuat kelembagaannya. Pasalnya, BPOM merupakan lembaga satu-satunya yang menjadi benteng pengawas masyarakat terkait obat dan makanan yang beredar di masyarakat.
Today.line.me - Selasa, 17 September 2019 09:57 WIB
Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) terus menerus berupaya memperkuat dan meningkatkan kemampuan dalam melakukan pengawasan obat dan makanan. Ini merupakan agenda utama sepanjang tahun 2019. Pada saat bersamaan, Badan POM juga mendorong kemandirian pelaku usaha bidang obat dan makanan.
Industry.co.id - Selasa, 17 September 2019 09:20 WIB
Jakarta - Ketua Komisi IX DPR, Dede Yusuf meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diperkuat kelembagaannya. Pasalnya, BPOM merupakan lembaga satu-satunya yang menjadi benteng pengawas masyarakat terkait obat dan makanan yang beredar di masyarakat.
Sindonews.com - Selasa, 17 September 2019 07:55 WIB
Jakarta -- Ketua Komisi IX DPR, Dede Yusuf, mengatakan anak-anak yang terpapar asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus segera dievakuasi. Pemerintah daerah (pemda) dan pemerintah provinsi (pemprov) diminta memberikan perhatian kepada anak-anak tersebut.
Republika.co.id - Selasa, 17 September 2019 07:52 WIB
Jakarta -- Komisi XI DPR menyebut anggaran yang dibutuhkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sebesar Rp 3 triliun. Saat ini, anggaran BPOM hanya sekitar Rp 1,9 triliun pada tahun ini dan sebanyak Rp 1,2 triliun digunakan biaya rutin seperti gaji.
Republika.co.id - Selasa, 17 September 2019 07:51 WIB
Jakarta -- Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) menyerukan masyarakat mengkonsumsi obat dan makanan secara benar. Sebab, selama ini penyakit-penyakit yang timbul masyarakat menguras anggaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) akibat konsumsi obat dan makanan yang tidak benar.
Republika.co.id - Selasa, 17 September 2019 07:49 WIB