Kualitas ASN yang Memadai Percepat Pencapaian Target Pembangunan

TANGGAL :
Jum'at, 9 Agustus 2019

JAM NAIK BERITA :
08:15:26

MEDIA :
Investor Daily Indonesia

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Setiawan Wangsaatmaja, Deputi SDMA KemenPAN-RB,Yanuar Nugroho, Deputi II KSP

TONE :
Pro

TOPIC :
Smart ASN

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 31,080,000

AD :
Rp. 93,240,000

FILE ORIGINAL :


Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian/Lembaga (KL) terkait terus mendorong percepatan reformasi birokrasi. Hal ini diharapkan memberikan banyak dampak untuk pengembangan kualitas Aparat Sipil Negara (ASN). Dalam lima tahun ke depan pemerintah fokus mengembangkan infrastrukutr, SDM (Sumber Daya Manusia), investasi, reformasi birokrasi, dan efektifitas APBN.
“Saya kira seluruh hal yang ingin dicapai lima tahun ke depan mesin “utamanya ada di ASN. Kualitas ASN harus naik levelnya agar bisa diberdayakan,” ucap Deputi II Kantor Staf Presiden Yanuar Nugroho dalam Forum Merdeka Barat di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Jakarta, Kamis (8/8).

Data World Bank, Global Governance Index, 2018, menyebutkan dalam rentang nilai O sampai 100, skor Indonesia berada di peringkat kelima dengan angka 54,8. Lebih rendah dari Thailand yang 67 dan sedikit lebih tinggi dari Vietnam 53. Pemerintah pun melakuan percepatan reformasi birokrasi demi mencapai target peringkat 10 besar dunia pada 2034 dalam Indeks Efektivitas Pemerintah.

Menurut, posisi ini belum memuaskan. Sebab, dari total 4,28 juta ASN, kelompok jabatan fungsional administrasi umum 1,67 juta (391). Sedangkan demografi usia aging dengan modus 51 tahun, menurut Yanuar, sebesar 20.36%,

“Artinya dalam 10 tahun ke depan mereka pensiun, kinerja turun, sulit beradaptasi. Seiring itu, belum terimplementasinya manajemen talenta ASN (talent pool dan talent management), pola karir dan penghasilan berbasis sistem merit, menyebabkan buruknya redistribusi ASN,” ujarnya.

Yanuar mengharapkan ada kondisi penguatan skema manajemen talenta nasional untuk ASN berbasis Big Data dan teknologi informasi pada 2022. Selanjutnya, proporsi jabatan fungsional umum ke depan tidak lebih dari 10x, jabatan fungsional tertentu ditingkat: Kan menjadi minimal 40% dari total ASN. Semaksimal mungkin menekan angka low performance dan low competence ASN mendekati 0% pada 2029.

“Peningkatan kualitas layanan publik dan tata kelola birokrasi yang antara lain dilihat dari Indeks Efektivitas Pemerintah. Target Indonesia adalah berada di peringkat 10 besar dunia pada 2034,” kata Yanuar.

Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur Kemen PAN RB Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, untuk meningkatkan kualitas ASN pihaknya akan menerapkan strategi 6 P (perencanaan, perekrutan dan seleksi, pengembangan kapasitas: penilaian kinerja dan penghargaan: promosi, rotasi, dan karir, serta peningkatan kesejahteraan).

"Ini semua harus sejalan. Kalau ada yang pincang satu saja di sini, saya rasa smart ASN tidak akan sempurna," ucap Setiawan.

Untuk meningkatkan kualitas ASN yang ada pihaknya juga melakukan talent seouting, selain tentunya melalui jalur regular seperti penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dalam talent scouting, pihaknya bekerja sama dengan universitas, pemberian beasiswa, dan lain sebagainya. Kementerian PANRB sendiri sudah memiliki data tentang CPNS yang berprestasi.

“Pada akhirnya, melalui world class government, pemerintah ingin menciptakan reformasi birokrasi 4.0 dengan indikator percepatan pelayanan, efisiensi pelayanan, akurasi pelayanan, fleksibilitas kerja yang berdampak sosial,” ucap Setiawan.

Perubahan Pola Pikir Sekjen Kementerian Keuangan Hadiyanto mengatakan, reformasi menjadi dasar perubahanan mulai dari pola pikir, cara kerja, sampai model bisnis. Menurutnya, pelayanan publik akan meningkat apabila bisnis proses dipersingkat, SDM ditingkatkan kualitasnya serta perubahan manajemen dijalankan. “Ini semua akan bermuara pada meningkatnya kualitas pelayanan publik,” ucap Hadiyanto.

Ia mengatakan, visi kemenkeu sendiri sudah mengantisipasi perkembangan digital ke depan. Dengan adanya revolusi 4. informasi layanan di Kemenkeu sudah masuk ke implementasi penuh dimana layanan sudah berbasis digital seluruhnya.

“Kita sudah mulai mengurangi banyak tantangan bagaimana kita bisa memberikan layanan publik yang sempurna. Esensi tujuannya adalah layanan publik yang serba cepat dan akurat," ucap Hadiyanto.

Menurutnya, di era digital ASN harus dapat mengubah layanan, optimalisasi alokasi anggaran, dan keberhasilan ASN juga harus didukung oleh infrastruktur.

“Digitalisasi tidak hanya penting terhadap pembangunan infrastruktur tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita mengubah pola pikir," ucap Hadiyanto.