PNS Kedepan Bisa Kerja di Rumah, Netizen: Kantornya Jual Buat Bayar Hutang!

TANGGAL :
Jum'at, 9 Agustus 2019

JAM NAIK BERITA :
15:05:42

MEDIA :
Suara.com

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Setiawan Wangsaatmaja, Deputi SDMA KemenPAN-RB

TONE :
Pro

TOPIC :
Smart ASN

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 15.000.000

AD :
Rp. 5.000.000

LINK ORIGINAL :

Kabar gembira datang dari lingkungan Pegawa Negeri Sipil (PNS) di Indonesia, pasalnya tak hanya mendapatkan kenaikan gaji, kini para aparatur negara yang dikenal berbaju kuning itu bakal diperbolehkan kerja di rumah. Hal ini dibuktikan dengan wacana soal sistem kerja di rumah yang kini tengah digodok oleh KemenPAN-RB. Hal yang menjadi fokus KemenPAN-RB terkait wacana kerja di rumah adalah soal fleksibilitas kerja.
Fleksibilitas kerja disini adalah sistem kerja yang fleksibel dan bisa dilakukan di manapun, PNS harus selalu masuk kantor atau tidak. Wacana ini juga sistem kerja PNS tersebut masih digodok agar teknisnya nanti saat diterapkan tidak ada masalah terhadap kinerja pemerintahan.

Nanti akan bisa kerja dari rumah, tinggal ngatur aturannya kayak gimana, Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur KemenPAN-RB, Setiawan Wangsaatmaja, dalam Forum Merdeka Barat di Auditorium KemenPAN-RB, Jakarta, Kamis (8/8).

Setali tiga uang, pada tahun yang sama (2019), PNS juga mendapatkan jackpot yang luar biasa, yakni kenaikan gaji sebesar 5 persen. Hal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 terkait Peraturan Gaji yang ditandatangani langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam lampiranya (PP No. 15/2019), gaji terendah yang diterima oleh PNS (golongan I/a masa kerja nol tahun) sebesar Rp. 1.560.800, dari sebelumnya sebesar Rp. 1.486.500. Sementara gaji tertinggi PNS (golongan IV/2 masa kerja lebih dari 30 tahun) menjadi Rp 5.901.200, dari sebelumnya Rp 5.620.300.