Jika Produktif, tak Ada Salahnya PNS Kerja di Rumah

TANGGAL :
Jum'at, 9 Agustus 2019

JAM NAIK BERITA :
15:10:26

MEDIA :
Medcom.id

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Setiawan Wangsaatmaja, Deputi SDMA KemenPAN-RB

TONE :
Pro

TOPIC :
Smart ASN

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 15.000.000

AD :
Rp. 5.000.000

LINK ORIGINAL :

Jakarta - Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani menyambut positif wacana agar Pegawai Negeri Sipil (PNS) bisa bekerja dari rumah. Menurut dia hal ini sudah menjadi konsekuensi dari kemajuan teknologi.
"Buat saya mau kerja di mana saja yang penting produktivitasnya. Kalau duduk di kantor outputnya rendah, dibandingkan di rumah bisa bagus hasilnya, kenapa tidak," ujarnya usai mengisi seminar nasional 'TransformasiEkonomi untuk Indonesia Maju' di HotelBorobudur, Jalan Lapangan BantengSelatan, Jakarta Pusat, Jumat, 9 Agustus2019.

Rosan tidak memungkiri wacana tersebut memang tidak lazim. Namun, dia berpendapat sudah saatnya masyarakat memiliki pikiran yang terbuka dalam menghadapi digitalisasi. Di samping itu, sosialisasi dari pemerintah kepada masyarakat juga perlu dilakukan agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

"Keterbukaan digital sudah sangat luar biasa. Kita harus membuka pikiran, biarkan dilakukan asesmen komprehensif, baru kemudian didiskusikan ke publik. Yang namanya penolakan pasti ada, tapi kita harus terbuka jika perubahan itu lebih baik," paparnya.

Wacana agar PNS bisa bekerja dari rumah sebelumnya dilontarkan Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Setiawan Wangsaatmaja. Kemenpan-RB pun tengah mendesain sistem kerja PNS di kementerian dan lembaga agar bisa bekerja lebih fleksibel dengan meniru sistem kerja perusahaan rintisan atau startup.

Fleksibilitas kerja dinilai menjadi hal penting menyusul prediksi terjadinya perubahan besar pada profil pekerja pada 2024, termasuk PNS sudah melek teknologi.

"Kami sedang rencanakan itu, kerja dari rumah bisa, kerja dari ujung sana juga bisa, nanti diatur bagaimana aturannya," kata dia dalam diskusi Forum Merdeka Barat, Kamis, 8 Agustus 2019.