Rilis 8 : Selain Surfing, Tradisi Budaya Menjadi Daya Tarik Utama “Sail Nias 2019”

TANGGAL :
Kamis, 29 Agustus 2019

JAM NAIK BERITA :
15:52:10

MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Explore Sail Nias 2019

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :

AD :

FILE ORIGINAL :


Jakarta - Penyelengaraan “Sail Nias 2019” akan berdampak besar bagi perekonomian masyarakat setempat karena pintu pariwisata terbuka sangat lebar. Sehingga akan mendatangkan wisatawan, baik lokal maupun manca negara.
Selanjutnya, selain menjadi spot surfing terbaik, tradisi budaya setempat yang menjadi daya tarik tersendiri, sudah pasti akan lestari dengan baik. Salah satu contohnya budaya yang ada di Nias Selatan. Yakni, adanya situs megalitikum yang berusia ribuan tahun. Situs batu yang luar biasa, dengan sejarah budaya yang sangat kuat.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Pemerintah Provisi Sumatera Utara Ria Nofida Telaumbanua dalam acara Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB’9) dengan tema "Explore Sail Nias 2019" di Graha Pengayoman, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Jakarta, Kamis (29/8/2019).

“Untuk itu, Pemprov Sumut (Pemerintah Provinsi Sumatera Utara) berusaha memugar cagar budaya ini sehingga semua tradisi budaya yang ada, salah satunya situs-situs megalitik ini akan tetap terjaga dengan baik,” ujar Ria.

Selain itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemprov Sumut menjelaskan, desa budaya pun akan tetap berjalan. Hingga saat ini, adat istiadatnya pun masih terjaga dengan baik.

“Sampai hari ini, budaya lompat batu juga terus diajarkan ke anak-anak dan para remaja setempat. Begitu juga rumah-rumah adatnya, hingga saat ini masih terawat dengan baik. Itulah keunikan yang bisa ditemukan di Nias,” ungkap Ria.

Ini semua, Ria menjelaskan, yang membuat acara “Sail Nias 2019” ini menjadi unik. Bukan hanya baharinya saja, atau alamnya saja. Nias juga menampilkan satu keunikan tersendiri. Memang di Sumut ada Danau toba, tapi tidak ada surfing. Tapi di Nias ada surfing.

“Kita kabarkan ke banyak orang bahwa ada surga di tengah-tengah Samudera Hindia. Yakni Pulau Nias. Jadi seperti kita punya pulau sendiri. Ini yang perlu kita eksplore secara lebih mendalam untuk dunia luar,” jelas Ria.

Sehingga, Kadis Pariwisata menjelaskan, tidak usah khawatir kalau dengan mengeksplore pariwisata budaya lokal akan diubah. “Itu tanggung jawab kami (Pemprov Sumut) untuk tetap menjaga dan merawat budaya yang ada di Pulau Nias,” pungkasnya.

Hadir sebagai narasumber lain dalam Dismed FMB’9 kali ini antara lain Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes PDTT Taufik Madjid, Asisten Deputi Seni Budaya dan Olahraga Bahari Kemenko Maritim Kosmas Harefa, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, dan Wakil Bupati Nias Selatan Sozanolo Nduru.

Kegiatan Dismed FMB’9 juga bisa diikuti secara langsung di www.fmb9.go.id, FMB9ID_ (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID_IKP (Youtube).