Rilis 10 : Telusur Situs Megalitikum dan Atraksi Budaya di Sail Nias 2019

TANGGAL :
Kamis, 29 Agustus 2019

JAM NAIK BERITA :
17:34:06

MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Explore Sail Nias 2019

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :

AD :

FILE ORIGINAL :


Jakarta - Kepulauan Nias mempunyai situs megalitikum yang sangat istimewa karena kepurbakalaannya. Umurnya sudah ribuan tahun. Hanya sedikit tempat di dunia yang mempunyai situs warisan budaya megalitikum yang masih terawat hingga zaman kekinian.
"Di samping keindahan alam laut. Nias memiliki budaya yang unik," Wakil Bupati Nias Selatan Sozanolo Nduru.

Demikian disampaikan Sozanolo Nduru dalam acara Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema "Explore Sail Nias 2019", yang berlangsung di Graha Pengayoman Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Kamis (29/08/2019).

Situs batu purba itu terletak di Desa Hilisao’oto yang memiliki Situs Megalitik Tetegewo di Nias Selatan sebagai rumah bagi peradaban megalitikum yang hidup. Rumah adat khusus di Nias tersebut sudah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional. Lokasi ini menjadi daya tarik yang diunggulkan dalam Sail Nias 2019.

Wakil Bupati Nias Selatan menambahkan atraksi budaya yang fenomenal lainnya adalah atraksi lompat batu (Hombo Batu) di Nias Selatan yang menjadi pusat kegiatan Sail Nias 2019. Tradisi lomba batu meerupakan simbol bagi para pemuda-pemuda Nias perkasa yang siap tampil ke medan perang.

"Di sana untuk membangun suatu rumah dilakukan secara gotong royong, tanpa ada gotong royong warga tak mungkin membawa rumah di atas gunung. Itu butuh kebersamaan gotong royong dan kerja sama yang baik," jelas Sozanolo Nduru.

Penyelenggaraan Sail Nias 2019 sendiri mengangkat tema ‘Nias Menuju Gerbang Destinasi Wisata Dunia’. Acara tersebut akan dimeriahkan oleh 18 rangkaian kegiatan menarik yang digelar selama tiga bulan pada Juli hingga September 2019, di 5 Kabupaten Kota Kepulauan.

Adapun kegiatan menarik yang bisa dinikmati wisatawan selama acara berlangsung yakni, Festival Lompat Batu Sekepulauan Nias, Festival Kebudayaan Kepulauan Batu, Parade Kapal Nelayan Tradisional, Gebyar Kopi , Kuliner, dan Wonderful Foto Tourism Expo, Fishing Tournament Sail Nias, Free Diving Competition, Wind Surfing and Sailing, dan masih banyak lagi.

Hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini antara lain Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes PDTT Taufik Madjid, Asisten Deputi Seni Budaya dan Olahraga Bahari Kemenko Maritim Kosmas Harefa, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, dan Kepala Dinas Pariwisata Pemerintah Provisi Sumatera Utara Ria Nofida Telaumbanua.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di www.fmb9.go.id, FMB9ID_ (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID_IKP (Youtube).

JAKARTA - Sebanyak 500 penari Tari Fataele (Tari Perang) siap memeriahkan acara puncak Sail Nias 2019, sekaligus sebagai tarian penyambut kedatangan Presiden Joko Widodo dalam agenda tahunan Sail Nusantara yang pada tahun ini dilaksanakan di Nias, Sumatra Utara.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Nias Selatan Sozanolo Nduru dalam acara diskusi media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema "Explore Sail Nias 2019", yang berlangsung di Graha Pengayoman Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

"Ada tarian kolosal, Tarian Fataele atau tari perang, tarian kolosal yang diisi oleh 500 orang penari. Ini sangat spektakuler bahwa 500 orang penari akan tampil menyambut Presiden. Mereka lengkap dengan senjata, alat perang. Itu bagian dari rangkaian kegiatan," ungkapnya.

Sozanolo mengatakan tarian kolosal tersebut merupakan salah satu dari kebudayaan asli Nias yang terus dilestarikan melalui pendirian sanggar-sanggar yang dibina oleh pemerintah daerah agar tidak tergerus oleh kemajuan teknologi di era modernisasi seperti saat ini.

"Kita di Kepualaun Nias salah satu tantangannya bahwa dengan perkembangan zaman modernisasi, perlu kita dorong motivasi masyarakat agar keaslian budaya ini tidak terpengaruh perkembangan dunia digital saat ini. Salah satunya kita berupaya bentuk sanggar-sanggar budaya dari kecamatan hingga desa," jelasnya.

Penyelenggaraan Sail Nias 2019 sendiri mengangkat tema "Nias Menuju Gerbang Destinasi Wisata Dunia". Acara tersebut akan dimeriahkan oleh 18 rangkaian kegiatan menarik yang digelar selama tiga bulan selama Juli hingga September 2019 di 5 Kabupaten/Kota Kepulauan.

Adapun kegiatan menarik yang bisa dinikmati wisatawan selama acara berlangsung, yakni Festival Lompat Batu Sekepulauan Nias, Festival Kebudayaan Kepulauan Batu, Parade Kapal Nelayan Tradisional, Gebyar Kopi , Kuliner, dan Wonderful Foto Tourism Expo, Fishing Tournament Sail Nias, Free Diving Competition, Wind Surfing and Sailing, dan masih banyak lagi.

Puncak acaranya akan dilaksanakan pada 11-14 September 2019 di Teluk Dalam Nias Selatan, Sumatra Utara, dengan beberapa rangkaian kegiatan, yaitu Wonderful Nias Expo 2019, Kejuaraan Surfing International, Pagelaran Budaya dan Kesenian Kolosal, dan Bakti Sosial Surya Baskara Jaya TNI AL.

Hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini antara lain Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes PDTT Taufik Madjid, Asisten Deputi Seni Budaya dan Olahraga Bahari Kemenko Maritim Kosmas Harefa, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, dan Kepala Dinas Pariwisata Pemerintah Provisi Sumatra Utara Ria Nofida Telaumbanua.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di www.fmb9.go.id, FMB9ID_ (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID_IKP (Youtube).