Rilis 11 : Genjot Jumlah Wisatawan, Wabup Nias Selatan Minta Diskon Tarif Pesawat

TANGGAL :
Kamis, 29 Agustus 2019

JAM NAIK BERITA :
17:35:45

MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Explore Sail Nias 2019

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :

AD :

FILE ORIGINAL :


Jakarta - Pemerintah Kabupaten Nias Selatan meminta dukungan pemerintah pusat agar menarik lebih banyak wisatawan hadir ke Kepulauan Nias, salah satunya dengan menurunkan ongkos penerbangan ke Nias pada akhir pekan.
"Nias dengan potensi alam laut, budaya bagus. Diharapkan pemerintah pusat memberikan perhatian kepada kepulauan Nias," ujar Wakil Bupati Nias Selatan Sozanolo Nduru.

Demikian disampaikan Sozanolo Nduru dalam acara Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema "Explore Sail Nias 2019", yang berlangsung di Graha Pengayoman Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Kamis (29/08/2019).

Bagaimana mendorong banyak wisatawan untuk melancong ke Nias? Tentu selain melakukan serangkaian promosi gencar ke media, Wakil Bupati Nias mengusulkan kepada pemerintah pusat agar tarif penerbangan ke Nias bisa diturunkan di akhir pekan. "Hal ini agar semakin banyak orang datang ke Nias. Rute penerbangan selama ini selalu padat dan ada permintaan untuk ditambah frekuensinya," jelas Sozanolo Nduru.

Ada beberapa cara menuju Nias. Perjalanan menuju Pulau Nias dari Kota Medan (ibu kota Provinsi Sumatra Utara) dapat ditempuh melalui dua jalur perhubungan yakni perhubungan darat-laut dan perhubungan udara. Apabila memilih perjalanan darat-laut maka perjalanan dari Kota Medan menuju Pelabuhan Sibolga dapat ditempuh selama kurang lebih 10-12 jam menggunakan angkutan darat seperti mobil pribadi, bus umum, atau mobil travel.

Dari pelabuhan Sibolga, perjalanan menuju Pulau Nias dapat menggunakan Kapal Ferry yang setiap hari berlayar dari dan menuju Pulau Nias. Perjalanan laut ini dapat ditempuh selama 12 jam perjalanan. Apabila memilih perjalanan udara, penerbangan dari Kota Medan ke Gunungsitoli dapat ditempuh dari Bandar Udara Internasional Kualanamu dalam waktu kurang lebih 55 menit menuju ke Bandar Udara Binaka, dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan juga maskapai Lion Air Group yang dioperasikan oleh anak perusahaannya Wings Air. Frekuensinya empat kali sehari.

Selain dari Sumatera Utara, penerbangan dari Kota Padang menuju Kota Gunungsitoli juga dioperasikan oleh Wings Air setiap hari. Meskipun sebelumnya di jalur ini sudah ada Susi Air yang melayani penerbangan dari Kota Padang, Sumatera Barat ke Pulau Nias tetapi penerbangan ini harus transit terlebih dahulu di Pulau Tello (Kepulauan Batu, Nias Selatan). Sejak 2018 sudah ada penerbangan langsung dari bandara Soekarno-Hatta, Tangerang ke bandara Binaka (Kota Gunungsitoli) dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia selama 2-3 jam.

"Kalau bisa sepanjang masa Nias ini selalu dipromosikan. Selalu disebarluaskan informasinya ke seluruh masyarakat. Sehingga Nias ini dikenal," jelas Wakil Bupati Nais Selatan.

Melalui Sail Nias 2019, Sozanolo Nduru berhadap supaya menjadi kebangkitan pariwisata Nias sekaligus sebagai pemantik ekonomi Nias dan meningkatkan kesejahteraan Nias secara umum.

"Kami berharap tidak hanya dengan Sail Nias ini. Kami tetap berlanjut kepulauan ini tetap diperhatikan. Kami tetap menjaga keasliannya sehingga tidak dirusak oleh luar," jelasnya.

Wakil Bupati Nias Selatan menyatakan membuka diri bagi para pemodal bisa berinvestasi di bidang perhotelan dan transportasi. "Kami yakin berkat dukungan pusat lima tahun ke depan, Nias maju dalam pariwisata sehingga bisa keluar dari garis kemiskinan," bebernya.

Pada tahun 2017 jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Nias sebanyak 50.418 orang terdiri dari 426 wisatawan mancanegara dan 49.922 wisatawan nusantara. Jumlah tersebut di atas target yang ditetapkan dalam Rencana Induk Pembangunan Kepari­wisataan Kabupaten (Rippark­ab) Gunungsitoli. Dalam ren­cana tersebut ditetapkan target kunjungan wisatawan pada tahun 2017 sebanyak 24.659 wisatawan terdiri dari 306 wisatawan mancane­gara dan 24.353 wisatawan Nusantara.

Hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini antara lain Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes PDTT Taufik Madjid, Asisten Deputi Seni Budaya dan Olahraga Bahari Kemenko Maritim Kosmas Harefa, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, dan Kepala Dinas Pariwisata Pemerintah Provisi Sumatera Utara Ria Nofida Telaumbanua.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di www.fmb9.go.id, FMB9ID_ (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID_IKP (Youtube).