Menkominfo: Kami Mencatat Hoax Terkait Papua Berasal dari 20 Negara

TANGGAL :
Rabu, 4 September 2019

JAM NAIK BERITA :
11:12:56

MEDIA :
Harianpijar.com

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
HOAX Papua

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 15.000.000

AD :
Rp. 5.000.000

LINK ORIGINAL :

Jakarta – Menkominfo Rudiantara mengungkapkan pihaknya mencatat penyebaran hoax terkait Papua berasal dari lebih 20 negara. Adapun hoax terbanyak, menurutnya, berasal dari salah satu negara di Eropa.
“Yang paling banyak salah satu negara Eropa, kami mencatat ada 20 negara lebih yang berasal mention-nya dari negara tersebut. Tapi belum tentu warga negara tersebut (yang menyebarkan) tapi dari negara tersebut,” kata Rudiantara di Ruang Serbaguna, Kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Selasa, 3 September 2019.

Menurut Rudiantara, pihaknya juga sudah menemukan 550 ribu URL yang menyebarkan berita hoax. Paling banyak tersebar di media sosial Twitter.

“Gini, kalau kita bicara angka, sampai kemarin sudah ada 550 ribu URL, itu kanal yang digunakan untuk menyebarkan hoax, paling banyak Twitter, itu aja dan dari 550 ribu original account yang posting, yang mention itu ada 100 ribu lebih,” ucapnya.

Rudiantara mengatakan jenis berita hoax yang disebarkan bermacam-macam. Yang terparah, kata dia, yang bersifat mengadu domba.

“Ya kalau disinformasi bisa kita counter kalau ini tidak benar, tapi kalau yang berbahaya adalah menghasut dan mengadu domba, kan ada mohon maaf ini ada salah satu yang mengadu domba, itu karena tidak bisa menggunakan data dia menggunakan SMS,” ujar Rudiantara.

Selanjutnya, Rudiantara mengatakan penyebar hoax itu akan ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian. Dirinya menyebut Kemenkominfo bersama Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) akan terus bekerja melacak di dunia maya.

“Iya dong kalau penegakan di dunia nyatanya sama teman-teman polisi. Kominfo hanya di dunia maya bekerja sama dengan BSSN,” pungkasnya.