Menteri Rudiantara sebut penyebar hoaks Papua dari 20 negara

TANGGAL :
Kamis, 5 September 2019

JAM NAIK BERITA :
00:00:00

MEDIA :
Kabarbisnis.com

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
HOAX Papua

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 15.000.000

AD :
Rp. 5.000.000

LINK ORIGINAL :

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendeteksi kanal atau tautan penyebar hoaks yang berkaitan dengan Papua berasal dari 20 negara.
"Kami mencatat 20 negara lebih yang mention-nya berasal dari negara tersebut. Tetapi belum tentu warga negara tersebut yang (mengunggah). Asalnya dari negara tersebut," kata Menteri Kominfo Rudiantara usai Forum Pemimpin Redaksi yang membahas soal Perkembangan Arus Informasi Papua, di Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Jakarta, baru-baru ini.

Namun Menkominfo tidak menjelaskan secara spesifik alamat IP penyebar dari negara mana saja, tetapi salah satu alamat penyebar hoaks tersebut berasal dari Eropa. "Kebanyakan dari dalam negeri mention-nya, tetapi juga ada dari luar negeri, salah satu negara Eropa," katanya.

Menteri Rudiantara menyatakan, hingga 2 September 2019, pihaknya sudah mendeteksi setidaknya ada 550 ribu URL atau kanal yang digunakan untuk menyebarkan hoaks. Paling banyak tersebar di media sosial Twitter.

"Kalau kita bicara angka, sampai kemarin sudah ada 555 ribu URL, itu kanal yang digunakan untuk menyebarkan hoaks, paling banyak Twitter. Itu aja dan dari 550 ribu original account yang posting, yang mention itu ada 100 ribu lebih," ujar Menteri Kominfo.

Penyebaran hoaks provokasi yang sifatnya mengadu domba tertinggi, menurut Menteri Rudiantara, dicatat pada 30 Agustus 2019 di mana angkanya mencapai 75 ribu. "Yang paling banyak Twitter, asalnya seluruhnya, seluruh dunia," jelasnya.

Forum Pemimpin Redaksi itu dihadiri oleh Menko Polhukam Wiranto, Kepala Staf Presiden Moeldoko dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian.