Rilis 3 FMB 9: Karhutla 2019, KLHK: Mayoritas Terjadi di Lahan Milik Perorangan

TANGGAL :
Kamis, 26 September 2019

JAM NAIK BERITA :
17:11:00

MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Antisipasi Karhutla Berlanjut

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :

AD :

FILE ORIGINAL :


Jakarta – Dari total luas areal karhutla pada 2019, yakni 328 ribu Ha, sebesar 300 ribu Ha di antaranya merupakan milik perorangan. Hanya 28 ribu Ha yang merupakan milik perusahaan.
Demikian diungkapkan Plt Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles Brotestes Panjaitan mengungkap perkembangan terkini penanganan karhutla di tanah air, dalam diskusi media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 yang mengusung tema “Antisipasi Karhutla Berlanjut”, yang digelar pada Kamis (26/9/2019), pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai, di Ruang Serbaguna Dr Sutopo Purwo Nugroho, Lantai 15 Graha BNPB, Jl Pramuka Kav 38, Jakarta.

“Kalau kita lihat yang terbakar itu dari 328 ribu yang terbakar kayu kayu ada 28 ribu, yang lainnya seluas 300 ribu tidak ada penuntupan hutannya. Artinya di situ yang terbakar banyak miliki perorangan,” katanya.
Pada kesempatan itu, Raffles juga menyebutkan bahwa dalam tiga hari belakangan tidak terdeteksi lagi adanya pencemaran asap lintas batas (transboundary haze). Sedangkan dari sisi penegakan hukum, dia mengatakan, ada penambahan dua korporasi yang diidentifikasi melakukan pembakaran hutan.

“Kemarin ada lagi dua perusahaan yang terindikasi membakar di Kalbar dan Kalsel. Di antaranya, PT Rafi Kamajaya Abadi,” tuturnya.
Penurunan Hotspot

Berdasarkan hasil pemantauan, Raffles mengungkapkan, kondisi terakhir menunjukkan ada 9 titik kebakaran di Riau. “Tapi itu kecil-kecil dan sudah dalam proses penghilangan asap. Kalau api sudah tidak ada,” katanya
Semengata itu, Raffles mengatakan, di Sumatra Utara, tepatnya di Sibolangit, juga ada hotspot yang belum padam. Sedang diusahakan pemadaman karena khawatir terjadi rambatan.

Kemudian di Jambi ada empat titik api. Jumlah itu, Raffles menegaskan, sudah banyak berkurang dibanding pada 3 hari lalu yang mencapai lebih 13 titik. “Di Kalbar ada titik api baru, yang dibakar oleh koorporasi yang kita sebutkan tadi. Itu juga dalam penanganan,” katanya.

Di Kalimantan Timur, Raffles mengatakan, ada satu titik yang statusnya berada di lahan pribadi. Kemudian di Kalteng, sambung dia, semula ada empat titik tapi kemudian sore ini tinggal dua titik. “Di Kalsel, terdeteksi ada tiga 3 dengan status berada di lahan masyarakat dan APL,” katanya.

Jadi secara umum, Raffles menegaskan, ada 12 aksi yang dilakukan pemerintah secara terpadu, baik bersama pusat daerah ataupun pengelola kawasan. Di antaranya, penindakan hukum, pemadaman rutin, sosialiasi kepada masyarakat tentang metode-motedu membuka lahan tanpa membakar, juga dukungan penggunaan anggaran.
“Pada 2020 sosialisasi itu akan diusahkan lebih cepat terlaksana. Sedangkan soal dukungan anggaran, Menteri Keuangan telah mengeluarkan Permenkeu 230 yang memberi petunjuk penggunaan dana hingga sebesar 50% untuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan,” katanya. Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di www.fmb9.go.id, FMB9ID_ (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID_IKP (Youtube).