Rilis 6 FMB 9: Pembasahan, BRG: Kunci Pengurangan Kebakaran Lahan Gambut

TANGGAL :
Kamis, 26 September 2019

JAM NAIK BERITA :
17:21:00

MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Antisipasi Karhutla Berlanjut

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :

AD :

FILE ORIGINAL :


Jakarta - Salah satu langkah untuk mencegah terbakarnya lahan gambut adalah dengan melakukan pembasahan lahan gambut. Untuk itu, Badan Restorasi Gambut (BRG) telah melakukan pembasahan di sejumlah kawasan gambut non konsensi yang luasnya mencapai 900 ribu hektar lahan restorasi gambut.
Demikian disampaikan Didy Wurjanto, Kepala Kelompok Kerja Perencanaan Anggaran dan Hukum BRG dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema "Antisipasi Karhutla Berlanjut", bertempat di Graha Badan Nasional Penanggunalan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Untuk lahan gambut yang masuk lahan konsesi, Didy menambahkan, pihak BRG tidak punya kewenangan. "Jadi kami fokus untuk menangani lahan gambut non konsesi," katanya.

Didy menambahkan, pembasahan dilakukan dengan cara membangun sumur bor dan juga membuat sekat-sekat berupa kanal.

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, BRG mengungkapkan Sistem Pemantauan Air Lahan Gambut (SIPALAGA), sebagai upaya untuk memantau tinggi permukaan air di ekosistem gambut secara langsung. Sistem tersebut memungkinkan BRG dapat memantau tinggi permukaan air di ekosistem gambut secara langsung.
Untuk menghindari kebakaran, kata Didy, BRG terus menerus memantau agar lahan gambut terus basah. Hasil pantuan diserahkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan menginformasikan ke Satuan Petugas (Satgas) agar meningkatkan patroli serta sekaligus melakukan pengecekan dan tindakan khusus jika diperlukan.

"Untuk menangani kebakaran, itu sudah diluar ranah BRG. Kami hanya memantau dan melaporkan ke pihak yang berwenang untuk menanganinya," jelas Didy.

Terkait dengan tugas BRG melakukan restorasi lahan gambut seluas 2,7 hektar, Didy menyampaikan sejumlah langkah. Antara lain, memberdayakan masyarakat setempat atau disebut R3. Yakni, dengan menanam sejumlah tanaman yang bermanfaat, seperti nanas dan yang lain. Hasilnya pun bisa dinikmati masyarakat setempat.

Turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini antara lain Kepala BNPB Doni Monardo, Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mulyono R Prabowo, Plt Direktur Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rafles B Panjaitan, dan Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Yudi Anantasena.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di www.fmb9.go.id, FMB9ID_ (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID_IKP (Youtube).