50 Persen Peserta Mandiri BPJS Kesehatan Menunggak luran

TANGGAL :
Selasa, 8 Oktober 2019

JAM NAIK BERITA :
08:05:21

MEDIA :
Koran Tempo

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Mardiasmo, Wakil Menteri Keuangan

TONE :
Pro

TOPIC :
Tarif Iuran BPJS

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Hal. 6

PR :
Rp. 147.147.000

AD :
Rp. 49.049.000

FILE ORIGINAL :


Jakarta — Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo, mengatakan 50 persen peserta iuran mandiri atau peserta bukan penerima upah Jaminan Kesehatan Nasional menunggak iuran. Tunggakan tersebut menyebabkan defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan membengkak. “Sampai saat ini hanya 50 persen yang bayar (iuran). Pendaftar (membayar) saat sakit dan, setelah mendapat layanan kesehatan, dia berhenti dan tidak membayar premi lagi,” ujar dia, kemarin.
Mardiasmo mencatat, jumlah peserta iuran mandiri BPJS Kesehatan pada 2019 mencapai 32 juta jiwa. Jumlah itu setara dengan 14 persen dari total peserta jaminan kesehatan yang saat ini terdata 223 juta jiwa. 

Adapun beban defisit yang mesti ditanggung BPJS Kesehatan hingga akhir 2019 berpotensi mencapai Rp 32,84 triliun. Angka tersebut sudah termasuk gagal bayar sebesar Rp 9,1 triliun, yang tidak dapat ditopang oleh BPJS Kesehatan selama 2018.

Menurut Mardiasmo, pemerintah mesti segera melakukan tiga hal untuk mengatasi defisit BPJS Kesehatan. Pertama, memperbaiki sistem manajemen JKN. Kedua, menguatkan peran pemerintah daerah dalam penyelenggaraan sistem JKN. Ketiga, menyesuaikan iuran jaminan kesehatan, baik oleh peserta mandiri maupun peserta penerima bantuan iuran.