Dikaji Ulang, Besaran Kenaikan luran BPJS

TANGGAL :
Selasa, 8 Oktober 2019

JAM NAIK BERITA :
13:43:25

MEDIA :
Media Indonesia

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Mardiasmo, Wakil Menteri Keuangan

TONE :
Pro

TOPIC :
Tarif Iuran BPJS

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Hal. 16

PR :
Rp. 24.948.000

AD :
Rp. 8.316.000

FILE ORIGINAL :


Besaran angka kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dinyatakan belum final karena masih dikaji ulang oleh pemerintah. Hal itu dikemukakan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo dalam diskusi di Jakarta, kemarin.
Menurut Mardiasmo, Kementerian Keuangan tengah memodifikasi besaranusulan iuran agar programJaminan Kesehatan Nasional (KN) bisa berkelanjutan hingga 2025. Perubahan besaran iuran bisa lebih rendah, atau diterapkan secara bertahap. Tapi, kalau lebih tinggi enggak mungkin," katanya.

Kaji ulang iuran dilakukan dengan mempertimbangkan pembenahan data kesertaan BPJS Kesehatan sebagai hal yang utama, sebagai dasar penetapan premi. Peserta non-PBI atau peserta mandiri, untuk peserta kelas 2 diusul- kan naik menjadi Rp120 ribu dan kelas 1 menjadi Rp160 ribu. Jumlah itu lebih besar daripada usulan DJSN.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menambahkan, dalam rapat bersama kementerian dan lem- baga pemerintah, angka kesanggupan masyarakat dalam membayar premi ada di kisaran Rp75 ribu-Rp100 ribu.