Rilis 2 FMB 9: Kemenkes: Selain ISPA, Asap Karhutla Picu Iritasi Mata

TANGGAL :
Rabu, 25 September 2019

JAM NAIK BERITA :
00:00:00

MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Penanganan Karhutla

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :

AD :

FILE ORIGINAL :


Jakarta - Dampak kesehatan yang menonjol selama karhutla, selain influenza dan ISPA, adalah iritasi mata. "Karena asap itu partikel debu yang bisa mengganggu mata. Kasusnya sangat tinggi. Setelah itu baru Influenza. ISPA itu dampak lanjutan, ketika daya tahan tubuh rendah," demikian disampaikan Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Achmad Yurianto dalam diskusi media FMB9 yang digelar di ruang Serba Guna, Kementerian Kominfo, Rabu (25/09/2019).
Achmad tidak merinci berapa jumlah penderita iritasi mata selama Karhutla 2019. Hanya saja, disebutkannya bahwa Kemenkes sudah bertindak langsung untuk menangani kesehatan warga di daerah gemba. "Saat ini, mereka yang terdampak asap, kita sudah tangani secara langsung. Karena Kemenkes sudah jauh hari telah mengantisipasinya. Karena ini kejadian tiap tahun berulang. Kemenkes sudah menyiapkan penanganan kesehatan masyarakat, terkait dengan dampak kesehatan karena bencana semacam ini. " katanya.

Dia tambahkan, Kemenkes telah membuat surat edaran agar semua fasilitas kesehatan di daerah potensi adanya bencana untuk siaga. Persisnya sejak awal kemarau. "Kemaraunya kan panjang. Dengan promosi kesehatan disemua kanal, yang pertama untuk mencegah. Yang kedua kita sampaikan hindari asap, pada skala safe. Untuk mengajarkan masyarakat untuk membuat ruangan aman asap. Yang utama adalah untuk mencegah dampak negatif asap," jelasnya.

Langkah kedua adalah kampanye agar masyarakat menghindari asap. "Untuk safety safe mengajarkan masyarakat untuk membuat ruangan aman asap."

Selain iritasi mata, gangguan asap karhutla adalah ISPA. Mereka yang rentan kena iritasi adalah orang yang memiliki cacat jantung dan paru. "Penderita jantung dan paru yang lemah. Dan fungsi parunya terlalu berat untuk dirinya dan kandungannya. Urutannya tidak berdasarkan umur dan gender, tapi kekuatan parunya," jelas Achmad.

Turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini adalah Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesejahteraan Sosial Kemensos Syahabuddin, Kasubdit Kurikulum Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Aswin Wihdiyanto, dan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di www.fmb9.go.id, FMB9ID_ (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID_IKP (Youtube).