Rilis 3 FMB 9: Kemendag Sebut RCEP Peluang Indonesia Jadi Negara Maju

TANGGAL :
Rabu, 20 November 2019

JAM NAIK BERITA :
15:40:39

MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
RCEP

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :

AD :

FILE ORIGINAL :


Jakarta - Kementerian Perdagangan menilai kerja sama dalam kerangaka Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) akan menjadi salah satu peluang bagi Indonesia untuk menumbuhkan kondisi perekonomiannya dan menjadi negara maju.
Demikian disampaikan Direktur Perundingan ASEAN Kemendag Donna Gultom dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema "RCEP: Berharap Investasi", bertempat di Ruang Serba Guna, Gedung Utama Kemkominfo, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

"RCEP peluang kita ke depan untuk maju, jadi harus segera disiapkan. Perundingan ini kita kawal betul dari hari pertama sampai terakhir, apa yang harus kita jaga kita tahu. Proses itu sudah kita edukasi tujuh tahun ini. Jadi dalam kajian disebut ada potensi dan ada ancaman. Tapi bagaimana ancaman itu berkurang dan yang kita dapatkan lebih banyak," jelasnya.

Lebih lanjut Donna Gultom menyebutkan bahwa peluang itu besar karena Indonesia dilihat oleh negara lain, khususnya kawasan ASEAN, sebagai negara yang memiliki karakter good faith, yakni dapat dipercaya dalam perundingan-perundingan.

"Kesimpulan saya dalam tujuh tahun berunding, Indonesia dinilai sebagai negara yang punya masalah, sensitivitas, tapi punya komitmen untuk perbaiki diri sehingga bisa dipercaya. Mudah-mudahan ke depan negara kita menjadi menarik untuk investasi, terutama dari luar negeri," tuturnya.

Maka itu, lanjut Donna Gultom, Indonesia harus memanfaatkan peluang tersebut dengan mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi RCEP.

Terkait itu, menurutnya, Pemerintah akan terus mendorong sektor industri, khususnya industri dengan teknologi tinggi, tumbuh kembang sehingga memiliki nilai tambah yang lebih baik lagi.

"Mudah-mudahan kita jaga terus ini dan bangun terus kesiapan kita. Kalau sektor industri kita maju berkat investasi yang masuk, ini peluang bagi tumbuhnya industri baru yang memanfaatkan outsource dari beberapa negara kawasan RCEP. Kalau kita tidak dapat menarik investasi, kita tidak akan mendapatkan apa-apa," ujar Donna Gultom.

Turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Rizal Affandi Lukman dan Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi Kemlu Ina Hagniningtyas Krisnamurthi.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di www.fmb9.go.id, FMB9ID_ (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID_IKP (Youtube).