Rilis 5 FMB 9: Kemenko Perekonomian, Ekspor Energi Pertumbuhan Indonesia

TANGGAL :
Rabu, 20 November 2019

JAM NAIK BERITA :
16:14:05

MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
RCEP

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :

AD :

FILE ORIGINAL :


Jakarta - Kemenko Perekonomian meyakinkan adanya RCEP merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk menarik investasi dan terutama untuk menggenjot pasar ekspor. "Ini kunci utama untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kalau ingin pertumbuhan lebih dari 5% yang ada saat ini, kita harus menggenjot ekspor," jelas Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Rizal Affandi Lukman, dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema "RCEP: Berharap Investasi", bertempat di Ruang Serba Guna, Gedung Utama Kemkominfo, Jakarta, Rabu (20/11/2019).
Menurut Rizal, RCEP ini penting bagi Indonesia. Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP/Regional Comprehensive Economic Partnership), adalah sebuah perjanjian perdagangan bebas yang diusulkan untuk menghubungkan dua ekonomi terbesar di kawasan itu, China dan Jepang, dengan India dan Vietnam yang bertumbuh cepat.

Indonesia, sebagaimana disampaikan Direktur Perundingan ASEAN Kemendag Donna Gultom, adalah penggagas utama RCEP. Menurutnya cakupan RCEP lebih besar, meliputi China, Jepang, India, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, dan 10 negara anggota ASEAN.

Enam belas negara tersebut bersama-sama membentuk hampir 50 persen dari populasi dunia dan sekitar 30 persen dari produk domestik bruto global. Tujuh dari negara-negara ini, Singapura, Malaysia, Vietnam, Brunei, Jepang, Australia, dan Selandia Baru, juga merupakan bagian dari Kemitraan Trans-Pasifik Komprehensif dan Progresif 11 negara, yang disebut TPP-11 yang akan berlaku mulai tanggal 30 Desember 2018.

"Bayangkan, 16 negara RCEP merupakan pangsa yang sangat besar. Kita dengan sendirinya terhubung, selain dengan ASEAN, tapi juga China, Jepang dan lain-lain. China dan Jepang adalah raksa ekonomi setelah Amerika," jelas Rizal.

Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi Kemlu Ina Hagniningtyas Krisnamurthi, yang juga hadir sebagai pembicara FMB9 yang diinisiasi Kementerian Kominfo menambahkan, bahwa Indonesia harus memanfaatkan peluang RCEP ini. "Ini momentum, oportunity kita untuk bermain di luar. Saatnya kita jadi pemain ekonomi global, seperti halnya kita bangga dalam diplomasi global saat kita terpilih menjadi anggota Dewan Keamanan PBB Juni 2018," jelas Ina.

Untuk menjadi pemain global, Ina menyarankan, dunia usaha Indonesia segera berbenah agar siap bertarung di luar. "Kita punya modal besar. Indonesia punya komitmen untuk terus menerus memperbaiki diri, termasuk untuk menarik minat investasi," tambah Dona Gultom.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di www.fmb9.go.id, FMB9ID_ (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID_IKP (Youtube).