Kepala BKKBN : Sertifikasi Pra Nikah Bisa Menjadi Pintu Masuk Yang Efektif Wujudkan Keluarga Berkualitas

TANGGAL :
Senin, 25 November 2019

JAM NAIK BERITA :
15:51:00

MEDIA :
Bkkbn.go.id

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Hasto Wardoyo, Kepala BKKBN

TONE :
Pro

TOPIC :
Sertifikasi Perkawinan

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 15.000.000

AD :
Rp. 5.000.000

LINK ORIGINAL :

Jakarta - “Program BKKBN adalah merencanakan untuk membentuk keluarga diantaranya melalui Program Generasi Berencana (GenRe), kami senang dan menyambut baik ada rencana untuk sertifikasi pra nikah, sepanjang ditujukkan untuk persiapan membentuk keluarga, karena keluarga menjadi wadah yang sangat penting dalam mencetak manusia menjadi generasi yang unggul untuk Indonesia Maju. Menurut kami untuk menciptakan generasi yang unggul harus ada proses reproduksi yang baik dan sehat. Selama ini banyak sekali pasangan usia subur yang sudah menikah tetapi tidak mengerti sama sekali tentang proses reproduksi sedangkan kalau kita ingin menghasilkan generasi yang unggul pasti yang menjadi hulu adalah proses reproduksi”. Jelas Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, pada kegiatan Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) tema Perlukah Sertifikasi Perkawinan? di Ruang Serbaguna, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (22/11).
“Sertifikasi pra nikah bisa menjadi pintu masuk yang efektif untuk mewujudkan keluarga berkualitas jika dilakukan dengan benar. Perlu adanya keterpaduan lintas sektor yang akan menjadi kunci keberhasilan meraih makna sertifikat pra nikah,” tambah Hasto.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menjelaskan, “BKKBN telah menyiapkan 10 materi pokok kursus pra nikah diantaranya adalah : Mengapa harus imunisasi pra nikah; Pentingnya konsumsi vitamin seperti asam folat, Vitamin D sejak sebelum hamil; Merencanakan kehamilan yang sehat dan menghitung masa subur; Bagaimana pengaruh dan cara mengatasi mual muntah saat kehamilan awal; Mengenali tanda-tanda bayi sehat dalam kandungan; Mengenali tanda-tanda berbahaya selama kehamilan; Pengaruh stress terhadap kehamilan; Pengaruh polutan lingkungan terhadap kehamilan; Teknis mencegah/menunda kehamilan; Merawat 1000 hari pertama kehidupan (asih,asuh, asah).

Selain Kepala BKKBN Hasto Wardoyo turut hadir dalam Diskusi Media FMB 9, Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Ghafur Akbar Dharma Putra, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama Mohsen, dan Wasekjen Bidang Informasi dan Komunikasi MUI Amirsyah Tambunan. (HUMAS)