Rilis 3 : Sensus Penduduk 2020 Perwujudan Satu Data Indonesia

TANGGAL :
Kamis, 5 Desember 2019

JAM NAIK BERITA :
16:41:08

MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Anjungan Dukcapil Mandiri

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :

AD :

FILE ORIGINAL :


Jakarta - "Sensus Penduduk Indonesia tahun 2020 merupakan perwujudan Satu Data Indonesia," demikian disampaikan Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk "Era Baru Tak Ribet Urus KTP" yang berlangsung di Gedung C Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis (5/12/2019).
Menurutnya, sensus penduduk yang diadakan sepuluh tahun sekali itu merupakan sensus penduduk ketujuh yang dilakukan Indonesia. "Sensus penduduk 2020 mendorong implementasi Satu Data, BPS di bawah koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional akan mewujudkan Satu Data seturut beleid Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39/2019 tentang Satu Data ndonesia. Dengan demikian, pemerintah bisa memiliki data yang akurat dan berkualitas," paparnya lagi.

"Secara prinsip, semua produsen data harus menganut prinsip metadata, serta kode refensi yang sama," ungkap Margo Yuwono.

Pada 2020, Margo menambahkan, akan mulai mewujudkan Satu Data Indonesia dari Sensus Penduduk 2020. Adapun metodologi utama Sensus Penduduk 2020 akan tetap mengacu dari landasan yang dibuat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ia menambahkan, nantinya akan ada 54 negara lain di dunia yang akan melakukan sensus penduduk pada 2020 dengan mengandalkan metodologi atau acuan dari PBB.

Margo Yuwono menjelaskan, dari data sensus tersebut, BPS akan menyediakan sejumlah data komposisi penduduk Indonesia menuju Satu Data Kependudukan. Nantinya data tersebut akan menjadi basis data perencanaan pembangunan dan kebijakan pada semua sektor.

"Apa yang dicakup bukan hanya penduduk, tapi juga secara de facto, bahwa dia perlu, dan yang diperlukan adalah bagaimana penduduk bisa terjamin tempat tinggalnya," ujar Suhariyanto.

Dia berharap dengan sinkronisasi Satu Data Kependudukan ini, akan memudahkan realisasi target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030.

Hadir pula dalam FMB 9 kali ini sebagai narasumber antara lain Sekretaris Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri I Gede Suratha.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di www.fmb9.go.id, FMB9ID_ (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID_IKP (Youtube).*