Sensus Penduduk 2020 Berbasis Data Dukcapil..

TANGGAL :
Jum'at, 6 Desember 2019

JAM NAIK BERITA :
09:51:26

MEDIA :
Cendananews.com

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Margo Yuwono, Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS)

TONE :
Pro

TOPIC :
Anjungan Dukcapil Mandiri

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 15.000.000

AD :
Rp. 5.000.000

LINK ORIGINAL :

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, agenda Sensus Penduduk 2020 akan dilakukan berbasis data dari Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.
“Dulu petugas BPS memegang kuesioner kosong, saat door to door ke rumah warga. Namun, sekarang petugas BPS akan memakai kuesioner yang berbasis pada data Dukcapil Kemendagri,” ujar Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Margo Yuwono, dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Untuk sensus penduduk ke-7 itu, petugas yang berbekal data dari Dukcapil akan mengecek ada tidaknya perkembangan kondisi warga yang disensus. Sensus Penduduk 2020 dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama sensus daring, yang akan digelar pada pertengahan Februari 2020 hingga akhir Maret 2020. Kegiatannya untuk memutakhirkan data pribadi anggota keluarga.

Selanjutnya tahap kedua, akan dilakukan pada Juli 2019. Kegiatannya dengan penerjunan petugas sensus mendata dari rumah ke rumah penduduk yang belum berpartisipasi pada sensus daring. Margo Yuwono menyebut, di 2020 adalah sensus penduduk yang ke-7 sejak Republik Indonesia berdiri. Hal itu, sesuai dengan amanah Undang-Undang No.16/1997, tentang Statistik dan Peraturan Pemerintah (PP) No.51/1999, tentang Penyelenggaraan Statistik agar BPS menggelar sensus penduduk setiap 10 tahun sekali. “Nanti hasil dari sensus penduduk ini akan mengarah pada satu data Indonesia,” tuturnya.

Secara terpisah, Sekretaris Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, I Gede Suratha mengatakan, data Dukcapil yang akan digunakan untuk sensus penduduk di antaranya nama, NIK serta tempat tanggal lahir. “Ada elemen-elemen data yang sudah disepakati yang dibutuhkan dalam sensus itu. Aturannya memang sudah memungkinkan diserahkan kepada BPS,” jelasnya.