Digitalisasi Nasional Harus Pertimbangkan SDM-Infrastruktur

TANGGAL :
Jum'at, 20 Desember 2019

JAM NAIK BERITA :
19:44:00

MEDIA :
Harnas.co

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Darmaningtyas, Pengamat Pendidikan

TONE :
Pro

TOPIC :
Transformasi Digital

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 15.000.000

AD :
Rp. 5.000.000

LINK ORIGINAL :

Jakarta - Kesenjangan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia disebut sebagai penghambat transformasi digital secara nasional. Potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan ketersediaan teknologi harus menjadi basis pendidikan untuk solusinya.
"Jawa, sebagian Sumatera, Bali, dan sebagian Sulawesi mungkin infrastrukturnya mendukung, tetapi untuk transformasi digitalisasi, belum tentu" kata Pengamat Pendidikan Darmaningtyas di Jakarta, Jumat (20/12).

Menurut dia, wilayah-wilayah yang minim infrastruktur seperti ketersedian transportasi, telekomunikasi, termasuk pasokan listrik merupakan bagian kendala. Itu menjadi penghambat transformasi digitalisasi nasional.

Sementara untuk SDM, latar belakang pendidikan yang rendah dan kelas ekonomi bawah juga harus menjadi perhatian. Sebab proses pembelajaran terkait digitalisasi akan menjadi beban.

"Kebijakan up skiling SDM hanya tepat sasaran dan menghasilkan SDM yang produktif bila mempertimbangkan kondisi geografis setiap wilayah dan perbedaan lapisan sosial tersebut," ujar Darmaningtyas.