Angkatan Kerja Meningkat Namun Minim Terserap

TANGGAL :
Jum'at, 20 Desember 2019

JAM NAIK BERITA :
20:47:54

MEDIA :
Gatra.com

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Satrio Lelono, Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemnaker

TONE :
Pro

TOPIC :
Transformasi Digital

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 15.000.000

AD :
Rp. 5.000.000

LINK ORIGINAL :

Jakarta - Direktur Jenderal Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Bambang Satrio Lelono mengatakan bahwa ada peningkatan angkatan kerja selama beberapa tahun terakhir.
"Kalau kita lihat, pembangunan ketenagakerjaan selalu meningkat. Turunnya tingkat pengangguran hanya tersisa 5,28%," kata Bambang di sela-sela gelaran "Forum Merdeka Barat 9" yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta (20/12).

Kendati demikian, sambung Bambang, Indonesia harus melakukan peningkatan secara jumlah, minimal bertambahnya angkatan kerja sebanyak 3,7 juta jiwa per tahun.

Hal berbeda disampaikan Programme Officer Organisasi Buruh Internasional (International Labour Organization/ILO), Irham Ali Saifudin menuturkan, pemerintah Indonesia belum mampu menyerap pertumbuhan angkatan kerja setiap tahunnya.

Dalam catatan Irham, setiap tahun angkatan kerja Indonesia sudah bisa mencapai 2 hingga 3 juta orang. Namun penyerapan rata-rata tenaga kerja per tahun hanya sekitar 1 hingga 1,5 juta orang di sektor formal.

"Sisanya, yang tidak terserap akhirnya beralih ke sektor informal. Banyak implikasinya. Karakter kerjanya tidak layak, tidak ada standar upahnya, tidak ada perlindungan jaminan sosial. Salah satunya ada saudara-saudara kita di desa yang menjadi pekerja migran di luar negeri," kata Irham di Jakarta, kemarin (18/12).

Menurut Irham, hal tersebut juga menunjukkan, sektor investasi yang digenjot pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini belum mampu secara maksimal menyerap pertumbuhan angkatan kerja masyarakat Indonesia.