Rilis 3 ; Stabilitas Harga Pangan 2017 Bukti Kenaikan Jelang Puasa Bisa Dihindari

TANGGAL :
Jum'at, 11 Mei 2018
JAM NAIK BERITA :
15:48:13
MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Stok Pangan

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

FILE ORIGINAL :


Jakarta (11/5/2018) – Kenaikan harga pangan jelang bulan puasa dan lebaran seringkali dianggap wajar dan sebuah kebiasaan yang normal oleh masyarakat. Asumsi tersebut dinilai sangat salah kaprah karena stabilitas harga pangan pada tahun 2017 bukti bahwa hal itu bisa dihindari.
Demikian disampaikan Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kasan Muhr dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk "Ketersediaan Stok Pangan Jelang Ramadhan 2018" yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Jumat (11/5/2018).

“Jangan sampai kebiasaan masyarakat yang seolah-olah kalau harga naik itu normal, justru itu harus kita luruskan. Kenapa? Karena 2017 kita dalam satu tim Kementan, Bulog, Satgas Pangan, Pemda, dan Pemerintah Pusat koordinasi sehingga harga bahan pokok jelang puasa dan lebaran bisa kita stabilkan,” tegasnya.

“Jadi jangan kemudian masyarakat biasa saja menganggap harga naik saat puasa dan lebaran, ini salah kaprah,” sambung Kasan.

Lebih lanjut Ia pun memaparkan empat upaya yang telah dilakukan oleh Kemendag bersama sejumlah stakeholder terkait dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pada tahun 2017, yang juga akan dilanjutkan pada tahun ini.

“Pertama adalah penguatan regulasi, yakni terkait harga acuan dan harga eceran tertinggi (HET), serta pendaftaran seluruh pelaku distributor secara online tanpa biaya di seluruh daerah, sehingga kami punya catatan semua hal terkait bahan pangan dan bisa kita awasi,” sebutnya.

Selanjutnya adalah sinergitas antarkementerian dan lembaga yang juga melibatkan dunia usaha dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Kita bersinergi dari pusat sampai ke daerah, kami di Kemendag, Kementan, Bulog, Satgas Pangan, Kemendagri, dan Pemda, kita juga libatkan dunia usaha dan BUMN. Jadi downline dari produsen sampai pengecer juga kita tetapkan,” terang Kasan.

Upaya ketiga, lanjutnya, adalah dengan melakukan pemantauan dan pengawasan secara online maupun terjun langsung ke lapangan yang dilakukan tidak hanya saat bulan puasa dan lebaran saja, tetapi sampai akhir tahun.

“Jadi kita monitor secara online setiap hari. Pengawasan kita tahun 2018 ini, pak Menteri (Mendag) sudah menugaskan Eselon I ke daerah untuk memantau dan bekerja sama dengan Satgas Pangan, Pemda, Bulog, distributor, memastikan kondisi stok dan harga bahan pokok, ini sampai akhir tahun,” jelasnya.

Sedangkan upaya terakhir adalah melakukan penetrasi pasar ke pasar rakyat dan ritel modern.

“Ini yang harus kita pahami bahwa kita bisa kok stabilkan harga jelang puasa dan lebaran. Salah kaprah masyarakat itu yang harus kita luruskan. Jangan dianggap lumrah,” tandasnya.

Turut hadir sebagai narasumber antara lain Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi dan Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Karyawan Gunarso.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube).