Langkah Inasgoc Amankan Asian Games

TANGGAL :
Senin, 14 Mei 2018
JAM NAIK BERITA :
08:07:58
MEDIA :
Republika

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Peluang Asian Games 2018

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Hal. 7

FILE ORIGINAL :


Permasalahan terorisme menjadi perhatian belakangan, selepas berbagai insiden berurutan. Setelah kerusuhan dan penyanderaan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Kota Depok, Jawa Barat, tengah pekan lalu, terjadi pengeboman di sejumlah gereja di Surabaya, Jawa Timur, Ahad 13/5.
Terkait hal itu, Ketua Inasgoc Erick Thohir mengucapkan belasungkawa kepada korban dan keluarganya. Hal itu diungkapkan Erick dalam acara diskusi Forum Merdeka Barat 9 yang digelar di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika. Jakarta, Ahad (13/5).

Dalam diskusi yang juga dihadiri oleh antara lain Menkominfo Rudiantara dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Erick meminta semua pihak bersatu dan melepaskan perbedaan. " asian games harus menjadi pemersatu bangsa. Semua harus bersatu, bangsa kita bisa besar karena persatuan," ujarnya.

Untuk mencegah aksi teror, baik melalui siber maupun aksi teror langsung, menurut Erick, sebelumnya sudah ada pertemuan dengan Wakil Presiden JK maupun Badan Siber dan Sandi Negara IBSSN). "Saat pembukaan Olimpiade musim dingin di Pyongyang (Korea Utara) terganggu sekitar satu jam. Im karena serangan siber. Oleh sebab itu, kita akan meminimalkan gerakan siber," katanya.

Erick menambahkan, Inasgoc juga bekerja sama dengan TNI dan Polri. Mereka ditempatkan di Deputi-IV yang membawahi masalah keamanan pada asian games nanti. "Kita akan sangat keras dengan akreditasi. Tidak ada orang yang tak punya id card asian games nantinya bisa masuk venue. Untuk penonton pun, harus terdaftar secara online, harus ada identitasnya agar bisa membeli tiket," lanjutnya.

Untuk pengamanan langsung, menurut Erick, setiap bus ada satu petugas keamanan dan iringan dari kepolisian. Masyarakat juga harus membantu untuk menjaga keamanan. "Selain itu, CCTV mulai dari bandara hingga GBK bantuan pihak ketiga akan diperluas lagi," katanya.

Meskipun segala upaya sudah dilakukan, Erick mengakui risiko tetap ada. "Oleh sebab itu, kita satu bangsa, lupakan semua perbedaan. Mohon dukungan semua komponen masyarakat untuk menjaga ini untuksukses asian games 2018," ujar Erick.