Asian Games Sumbang Devisa Rp 3,2 Triliun

TANGGAL :
Senin, 14 Mei 2018
JAM NAIK BERITA :
08:28:11
MEDIA :
Republika

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Arief Yahya, Menteri Pariwisata

TONE :
Pro

TOPIC :
Asian Games 2018

CATEGORY :
Kementerian Pariwisata

RUBRIC/PAGES :
Berita

FILE ORIGINAL :


Jakarta - Menteri Pariwisata arief yahya memproyeksi penyelenggaraan Asian Games 2018 dapat menyumbang devisa sebesar 230 juta dolar AS atau setara Rp 3,2 triliun. Ia mengatakan, Asian Games akan mendatangkan tamu ke Indonesia sebanyak 170 ribu orang yang terdiri atas 150 ribu penonton dan 20 ribu atlet, ofisial, serta media.
"Total seluruh devisa sebesar 230 juta dolar AS atau setara Rp 3 triliun. 70 persen akan ada di Jakarta," ujar Arief dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 di Jakarta, Ahad (13/5).

Arief memerinci, 150 ribu penonton wisatawan mancanegara (wisman) akan berbelanja masing-masing sebesar 1200 dolar AS. Hal itu dengan asumsi satu penonton berkunjung selama tujuh hari di Indonesia. Total proyeksi devisa dari penonton adalah sebesar 180 juta dolar AS.

Sementara, 20 ribu atlet, ofisial, dan media akan menyumbangkan devisa masing-masing sebesar 2.500 dolar AS atau total keseluruhan sebesar 50 juta dolar AS. Kelompok tersebut diasumsikan akan tinggal selama 18 hari di Indonesia.

Arief mengaku akan terus menggencarkan promosi Asian Games 2018 untuk meningkatkan jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia. Kementerian Pariwisata juga telah menyiapkan 75 paket wisata Asian Games 2018 di tujuh daerah, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Banyuwangi, dan Bali.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro meminta semua pihak untuk menjaga dampak positif ekonomi tidak langsung dari Asian Games 2018. Bambang menilai, dampak ekonomi tidak langsungnya lebih besar dari pada yang telah dikalkulasi pihaknya.

"Dampak ekonomi tidak langsung ini akan dirasakan dalam kurun waktu yang lama dan ke berbagai sektor," kata Bambang dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 di Kantor Kementerian Kominfo Jakarta, Ahad (13/5).

Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih menghitung perkiraan dampak ekonomi tidak langsung yang didapat Indonesia dengan menggelar Asian Games ini.

Proyeksi dampak langsung pengeluaran peserta dan pengunjung mencapai Rp 3,6 triliun. Bappenas juga mengestimasi, akan terjadi pengeluaran sebesar Rp 2,5 triliun di Jakarta dengan konsentrasi persebaran peserta dan pengunjung sebanyak 70 persen. Sementara, di Palembang diprediksi akan ada pengeluaran sebesar Rp 1,1 triliun.

Sementara, total dampak langsung penyelenggaraan Asian Games 2018, baik dari sisi pengeluaran pengunjung, biaya konstruksi, dan biaya operasional, terhitung sejak 2015 hingga 2018, mencapai Rp 45,1 triliun. "Itu dampak langsungnya, kalau dampak tidak langsung akan lebih besar lagi, asalkan ada syarat-syarat yang dipenuhi," katanya.

Syarat tersebut di antaranya adalah mengelola arena-arena dan infrastrukturnya agar dapat memberi manfaat ekonomi, sementara di sektor pariwisata Kemenpar harus memanfaatkan momentum Asian Games untuk promosi secara tepat.

"Jangan sampai ada venue yang mangkrak setelah Asian Games," tambah Bambang.

Ia mencontohkan sejumlah penyenggara event olahraga yang sukses meraih dampak ekonomi langsung dan tidak langsung, yakni Sumber Kementerian PPN/Bappenas

Olimpiade Sydney 2000 dan London 2012. Sedangkan yang dinilai gagal menjaga dampak positif di sektor ekonomi adalah Olimpiade Montreal 1976, Athena 2004, dan Rio de Janeiro 2016.

Saat ini, ia mengatakan, proses investasi yang dilakukan Indonesia sudah dilakukan secara benar dengan lebih banyak melakukan renovasi pada sarana olahraga yang sudah ada. Ia menyebut, investasi dalam jumlah besar lebih banyak dialokasikan untuk pembangunan sarana transportasi publik, seperti kereta ringan (LRT) di Jakarta dan Palembang.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta bisa mencapai 6,5 persen pada 2018 dengan adanya perhelatan pesta olahraga terbesar di benua Asia.