Berpotensi Tumbuhkan Ekonomi

TANGGAL :
Senin, 14 Mei 2018
JAM NAIK BERITA :
08:32:17
MEDIA :
Jawa Pos

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Peluang Asian Games 2018

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Hal. 23

FILE ORIGINAL :


Gambir - Perhelatan Asian Games diprediksi membawa dampak positif di berbagai aspek. Salah satunya, pertumbuhan ekonomi yang diyakini semakin terakselerasi dengan event yang dimulai pada 18 Agustus 2018.
Wakil Gubernur DKI Jakarta sandiaga uno menuturkan, laju pertumbuhan ekonomi Jakarta akan terkerek sebagai tuan rumah Asian Games. "Diprediksi, pada 2018, akan lebih tinggi lagi dari 6,22 persen. Sebab, salah satunya, ada event Asian Games. Jadi, kami berharap Asian Games bisa mendorong pertumbuhan (ekonomi) ke level 6,5 persen. Mudah-mudahan, ada upsize surprise" ujarnya saat ditemui dalam diskusi menghitung dampak ekonomi Asian Games di gedung Kementerian Kominfo kemarin {13/5).

Bukan hanya kalkulasi dari sisi pertumbuhan ekonomi makro, Sandi juga mengingatkan adanya aspek lain yang tak kalah penting. Menurut dia, Asian Games akan berpengaruh pada berkurangnya ketimpangan.

Jarak antara si miskin dan si kaya di ibu kota diyakini menipis dengan perhelatan olahraga terbesar kedua setelah Olimpiade itu. Ketimpangan akan berkurang karena usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diberdayakan untuk berpartisipasi pada Asian Games.

Dengan kolaborasi dan partisipasi para pelaku usaha di ibu kota, dia berharap ekonomi akar rumput semakin bergeliat.

Produk-produk yang dihasilkan pelaku usaha di ibu kota juga lebih dikenal di mata publik.

Kami dari awal sampaikan (ke Inasgoc, Red) UMKM harus dilibatkan. Sebab, jika tidak dilibatkan, hanya akan memperbesar kesenjangan dan ketimpangan. Mudah-mudahan, UMKM akan tumbuh berkembang. Kami targetkan 20 ribu UMKM, baik secara langsung maupun tidak harus terlibat di Asian Games ini," kata Sandi.

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menuturkan, adanya penyelenggaraan event berskala besar seperti Asian Games pasti membutuhkan infrastruktur tambahan. Dia mencontohkan kondisi pada 1962 yang menempatkan Indonesia selaku tuan rumah Asian Games dan harus melakukan sejumlah pembangunan infrastruktur. Salah satunya. Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Untuk persiapan Asian Games, pemerintah pusat maupun Pemprov DKI Jakarta tengah membangun sejumlah proyek inrrastruktur dan mengadakan revitalisasi. Di antaranya, membangun dan merenovasi sejumlah venuean gedung olahraga, wisma atlet di Kemayoran, serta inrrastruktur jalan dan jalur pedestrian. Selain itu, menyediakan moda transportasi publik baru seperti LRT dan MRT. Pembangunan dan revitalisasi infrastruktur tersebut dijalankan dengan konsep kemitraan antara pemerintah dan badan usaha,