Stok Daging dan Gula Belum Aman

TANGGAL :
Sabtu, 12 Mei 2018
JAM NAIK BERITA :
00:00:00
MEDIA :
Harian Kontan

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Stok Pangan

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Hal. 2

FILE ORIGINAL :


Jakarta - Pasokan daging sapi dan gula untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran masih terkendala. Untuk daging, ketersediaan selama Ramadan sekitar 117.000 ton, beda tipis dengan kebutuhan yang diperkirakan 116.400 ton.
Sementara untuk stok gula, saat ini di gudang Bulog hanya sekitar 150.000 ton. Jumlah itu sangat minim jika dibandingkan kebutuhan gula per bulan di kondisi normal yang mencapai 225.000 ton.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi mengatakan, pasokan gula akan bertambah seiring mulainya musim giling pada bulan Mei. Untuk daging, pemerintah berharap pasokan bertambah seiring realisasi impor daging kerbau beku dari India oleh Bulog. Hingga akhir April 2018, Bulog sudah mengimpor daging kerbau 5.000 ton. Jumlah itu baru 25% dari kontrak impor daging beku tahun ini yang sebesar 20.000 ton.

Sebelumnya Direktur Pengadaan Perum Bulog Andrianto Wahyu Adi mengatakan, pada Mei 2018 ini pihaknya akan kembali melakukan impor sekitar 8.500 ton daging kerbau beku dari India. Sedangkan pada Juni 2018, daging kerbau beku yang akan diimpor sekitar 3.500 ton.

Selain daging dan gula, Agung mengklaim, stok sejumlah komoditas pangan seperti beras, bawang merah,

cabai besar, cabe keriting, dan minyak goreng masih aman untuk untuk menghadapi Ramadan dan Lebaran.

Stok beras nasional mencapai 1,2 juta ton di gudang Bulog. Ditambah stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sebanyak 43.349 ton. "Jadi stok berlebihan, normalnya 23.000-30.000 ton di PIBC. Harga beras sekarang masih lebih tinggi dari tahun lalu, namun sudah terlihat ada tren menurun," ujar Agung dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB9), Jumat (11/5).

Menurut Agung, selama bulan Ramadan dan Idul Fitri 2018, perkiraan kebutuhan

beras 5,3 juta ton. Jumlah itu lebih rendah dari klaim produksi beras Kemtan pada Mei dan Juni 2018 yang mencapai 8,1 juta ton.

Sedangkan untuk bawang merah, produksi pada Mei dan Juni 2018 diperkirakan akan mencapai 306.000. Sementara, kebutuhan hanya sekitar 216.600 ton. Lalu untuk cabai besar, produksinya sekitar 224.500 ton dengan kebutuhan sekitar 186.600 ton. Produksi cabai rawit sekitar 178.800 ton dengan kebutuhan 113.100 ton. Lalu produksi minyak goreng 4,6 juta ton dengan kebutuhan 1,49 juta ton.

Kepala Badan Pengkajian

dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan Muhri mengatakan, Kemdag akan melakukan beberapa strategi meredam gejolak harga pangan. Pertama memastikan regulasi harga acuan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) berjalan efektif. Kedua intensifikasi koordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha. Ketiga sinergi dengan BUMN dalam menjaga ketersediaan bahan pokok. "Kami yakin strategi ini berhasil. Buktinya di 2017, harga bahan pokok bisa stabil," ujarnya.