Stok Tiga Komoditas Masuk Zona Merah

TANGGAL :
Sabtu, 12 Mei 2018
JAM NAIK BERITA :
00:00:00
MEDIA :
Koran Tempo

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Stok Pangan

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Hal. 7

FILE ORIGINAL :


Jakarta - Kementerian Pertanian menyatakan stok tiga komoditas berada di zona merah atau terancam tak mencukupi kebutuhan Ramadan-Idul Fitri yang jatuh pada Mei-Juni 2018. Tiga komoditas itu, adalah kedelai, daging sapi, dan gula pasir. "Kuantitas produksi di bawah kebutuhan. Tapi pemerintah sudah melakukan langkah-langkah antisipatif," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, agung hendriadi , dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, kemarin.
Stok kedelai diperkirakan mengalami defisit 297,1 ribu ton lantaran produksinya pada periode Mei-Juni mencapai 212,7 ribu ton. Jauh di bawah kebutuhan perajin tahu dan tempe yang mencapai 509,8 ribu ton. Demikian pula dengan produksi daging sapi yang diperkirakan hanya 75,4 ribu ton atau 64,7 persen dari kebutuhan Ramadan-Idul Fitri sebanyak 116,4 ribu ton.

Adapun perkiraan produksi gula pasir 529,4 ribu ton, kurang dari kebutuhan yang diperkirakan mencapai 555,2 ribu ton. Namun Agung menjamin pemerintah akan menjaga pasokan melalui sinergi antara Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Perum Bulog, dan Satuan Tugas Pangan. Salah satu langkah untuk menutup defisit daging sapi, adalah dengan mengimpor 42 ribu ton sapi. Cadangan sapi bakalan yang dimiliki Bulog sebanyak 35 ribu ton untuk Mei-Juni mendatang. Stok gula pasir pun dapat ditutup dengan stok awal tahun dan pasokan Bulog.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Karyawan Gunarso, mengatakan stok gula pasir hingga 4 Mei lalu mencapai lebih dari 190 ribu ton. Bulog juga menyimpan beras lebih dari 1 juta ton dan daging lebih dari 4.000 ton. Namun dia tak menyebutkan stok kedelai yang akan digunakan untuk menutup defisit kebutuhan Ramadan-Idul Fitri mendatang. Rencananya, pemerintah dan Bulog akan menggelar pasar murah, pengawasan harian, dan membuka pasar e-commerce bahan pokok pertanian, yakni beras, jagung, bawang, cabai, dan daging ayam.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita, mengatakan stok telur dan daging ayam cukup untuk memenuhi kebutuhan menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Berdasarkan prognosis ketersediaan, produksi daging ayam tahun ini mencapai 3.565.495 ton, di atas kebutuhan 3.047.676 ton. "Berdasarkan datatersebut, seharusnya tidak ada alasan harga ayam, daging ayam, dan telur naik," kata dia, seperti dikutip dari Antara, kemarin.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, Sugiono, mengimbau agar para pelaku usaha dan asosiasi perunggasan berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga-harga dan ketersediaan daging. Dia mengatakan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian telah menyiapkan beberapa titik pasar tani yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk ikut terlibat dalam operasi pasar. "Di mana ada harga tinggi, pelaku usaha siap untuk memasok telur dan daging ayam," katanya.