Dewan Pers Imbau Media Tidak Berlebihan Mengekspos Aksi Terorisme

TANGGAL :
Rabu, 16 Mei 2018
JAM NAIK BERITA :
23:42:16
MEDIA :
Akurat.co

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Joseph Adi Prasetyo, Ketua Dewan Pers

TONE :
Pro

TOPIC :
Perangi Terorisme

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

LINK ORIGINAL :

Ketua Dewan Pers Joseph Aji Prasetyo mengimbau agar media tidak terlalu gencar dan mengulang-ulang dalam memberitakan aksi terorisme. Menurutnya, itu akan membuat aksi-aksi teror berikutnya muncul.
"Ketika media marak sekali membuat liputan tentang aksi terorisme, biasanya akan diikuti dengan tindakan teror susulan," imbuhnya dalam acara diskusi Forum Merdeka Barat 9 bertajuk 'Cegah dan Perangi Aksi Teroris' di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (16/5).

Joseph mengatakan semakin masifnya diberitakan isu terorisme disinyalir membuat masyarakat cemas.

"Almarhum Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher pernah mengatakan, bahwa media adalah oksigen di dalam terorisme. Tindakan teror itu tidak akan berarti kalo dilakukan di kutub utara atau selatan (jika tidak diberitakan media)," paparnya.

Oleh karena itu, Dewan Pers mengeluarkan surat edaran untuk meminta kepada media terutama TV agar memikirkan kembali dalam menayangkan breaking news. Karena menurut dia, itu dalam rangka menghormati para korban.

"Sudah saatnya kita melihat apakah tidak berlebihan ada breaking news? Bangun tidur kita nonton sampai tengah malam. Kita tahu bahwa pelaku teror sudah meninggal ketika dia meledakan bom, tetapi pesan dari teror itu justru diteruskan oleh media dan teman-teman wartawan," harapnya.

Ia juga sangat menyayangkan banyak video hasil rekaman warganet yang diunggah di media sosial. "Media hati-hati jangan berlebihan, jangan over ekspos dan justru menimbulkan kepanikan masyarakat. Itu sama saja media menyampaikan message terorisme," pungkasnya.