Bos Bappenas: Asian Games 2018 Harus Bebas Dari Teror Bom

TANGGAL :
Kamis, 17 Mei 2018
JAM NAIK BERITA :
17:31:07
MEDIA :
Merdeka.com

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Bappenas

TONE :
Pro

TOPIC :
Asian Games 2018

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

LINK ORIGINAL :

Asian Games ke-18 yang akan berlangsung pada tanggal 18 Agustus hingga 2 September 2018 mendatang di Jakarta dan Palembang. Ini merupakan event internasional olah raga yang sangat bergengsi di kawasan Asia. Diperkirakan 45 negara akan hadir, melibatkan 10.000 atlet dan 5.000 officials untuk berkompetisi dalam event olah raga terbesar se-Asia tersebut.
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan, standar pengamanan event olahraga Asian Games 2018 pasti ketat sehingga aman dari teror. Bambang meyakinkan masyarakat bahwa event Asian Games 2018 bebas dari teror berkat kerja sama dan dukungan semua pihak terkait

Hal ini disampaikan Bambang untuk meyakinkan masyarakat terkait kejadian peristiwa teror yang terjadi di Surabaya dan Riau baru-baru ini. "Untuk pengamanan, semua anggarannya kan sudah ada. Praktis, akan ada pengamanan signifikan, terlebih untuk mengantisipasi teror," ujar Bambang di Jakarta, Kamis (17/5).

Bambang mengakui, peristiwa teror yang terjadi di Surabaya memang dapat berdampak pada sektor pariwisata di Tanah Air. Namun menurutnya, masyarakat dapat membantu mengurangi dampak buruk yang mungkin ditimbulkan, antara lain misalnya dengan tidak latah ikut mengunggah tulisan atau gambar-gambar yang belum jelas kebenarannya di media sosial.

"Kita harus bisa membuktikan Indonesia itu aman dan kondusif, tidak akan ada gangguan atau teror terhadap pelaksanaan Asian Games 2018, termasuk gangguan jangka panjang terhadap investasi maupun pariwisata," kata Bambang.

Sebelumnya, Bambang menegaskan Asian Games 2018 akan memberikan manfaat ekonomi dan non-ekonomi bagi Indonesia sebagai tuan rumah. Manfaat ekonomi yang akan tercipta antara lain adalah meningkatkan sektor pariwisata, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, mendorong pengembangan kota melalui pembangunan infrastruktur fasilitas olahraga dan infrastruktur pendukung lainnya, dan merupakan ajang promosi strategis untuk membangun citra positif bangsa.

Di samping itu, Indonesia juga akan memperoleh manfaat non ekonomi, di antaranya meningkatkan kohesi sosial dan mendorong perubahan budaya, perilaku, dan karakter masyarakat, meningkatkan kualitas tenaga kerja untuk event internasional melalui partisipasi sukarelawan.

"Asian Games 2018 juga akan mendorong masyarakat untuk melakukan aktivitas olahraga sekaligus mengajak generasi muda untuk belajar mengenai semangat olahraga dan sportivitas, serta meningkatkan profil Indonesia di mata internasional," ujar Bambang.

Bappenas memperkirakan dampak langsung pengeluaran peserta dan pengunjung Asian Games 2018 akan mencapai Rp 3,6 triliun, di mana pengeluaran sebesar Rp 2,5 triliun akan terjadi di Jakarta dengan konsentrasi persebaran peserta dan pengunjung sebanyak 70 persen, dan Rp 1,1 triliun di Palembang dengan konsentrasi persebaran peserta dan pengunjung sebanyak 30 persen.

Bappenas saat ini sedang melakukan perhitungan untuk dampak tidak langsung, yang diperkirakan akan selesai dalam waktu dekat sebelum acara Asian Games 2018 dilaksanakan. "Kalau hitungan dampak tidak langsung ini sudah selesai, Bappenas dapat memperkirakan berapa sumbangan Asian Games 2018 terhadap pertumbuhan ekonomi, berapa sumbangannya terhadap lapangan kerja, serta berapa peningkatan pendapatan masyarakat yang akan tercipta," tegas Menteri Bambang dalam acara Forum Merdeka Barat 9 atau FMB9 beberapa waktu lalu. [idr]