143 Juta Pengguna Medsos Terkena Virus Radikal, 1.285 Akun Sudah Diblokir

TANGGAL :
Jum'at, 18 Mei 2018
JAM NAIK BERITA :
14:07:22
MEDIA :
Beritamoneter.com

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Donny Budi Utoyo, Tenaga Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika

TONE :
Pro

TOPIC :
Perangi Terorisme

CATEGORY :
Kementerian Komunikasi dan Informatika

RUBRIC/PAGES :
Berita

LINK ORIGINAL :

Jakarta - Indonesia dikenal sebagai ladang subur persemaian aksi radikalisme dan terorisme diantara Negara di kawasan Asia Pasifik.
Saat ini, tercatat ada 143 juta pengguna medsos yang sangat berpotensi terkena virus radikalisme dan terorisme.

“Kita harus bicara hulu dan hilir. Hulu seperti apa? Ya itu, literasi, bicara conten, dan narasi. Hilirnya baru pemblokiran,” jelas Tenaga Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Donny Budi Utoyo dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB9) bertajuk “Cegah dan Perangi Aksi Teroris” di Gedung Serba Guna Kemkominfo, Jakarta, Rabu (16/5).

Sejak pertama kali terjadi bom di gereja, menurut Donny, ada 1.285 akun medsos yang diblokir. Dan itu hanya dalam waktu 3-4 hari. Sesungguhnya, proses yang sudah dilakukan jauh-jauh hari dilakukan terus menerus dan saat kejadian lebih diintensifkan.

“Salah satu upayanya adalah dengan aduan konten, internet sehat, siber kreasi dan lainnya. Isinya dengan melakukan literasi digital, cara menghindari paham radikal,” ucap Donny.

Menurutnya, agitasi dan propaganda kelompok radikalisme dan terorisme kerap dilakukan di dunia maya atau media sosial (Medsos). Tujuannya, untuk mempengaruhi warganet yang masih bisa dipengaruhi dengan “kampanye-kampanye” mereka.

“Sekitar dua tahun yang lalu tanpa sengaja saya bersama teman-teman tim sedang masuk ke youtube. Tiba-tiba ada video yang baru di-upload. Menurut saya bagus sekali. Judulnya, “Ayahku Teladanku”. Kami sempat download,” ujar Donny.

Menurut Donny, ini video dokumenter yang bagus sekali karena digarap secara profesional. Di film itu diawali ada sekumpulan anak yang sedang latihan baris-berbaris dan latihan bela diri.

“Namun ternyata, ini video ISIS. Menariknya, sudah ada terjemahan bahasa Indonesianya. Di film itu, seorang anak memberikan testimoni, ‘saya mengikuti teladan ayahku, ayahku dibunuh oleh kafir dan sekarang saya harus membunuh kaum kafir’,” jelas Donny seraya mengutip kalimat di film tersebut.