Kementerian Kominfo Blokir Ribuan Konten Radikalisme

TANGGAL :
Kamis, 31 Mei 2018
JAM NAIK BERITA :
08:07:25
MEDIA :
Koran Tempo

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Merawat Keberagaman

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Hal. 2

FILE ORIGINAL :


Jakarta - Direktur Jenderal Informasi Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rosarita Niken Widiastuti mengungkapkan kementeriannya telah memblokir sekitar 3.195 konten Internet bermuatan radikalisme dan terorisme per 21 Mei 2018.
Menurut niken , konten tersebut terjaring setelah selama 10 hari Kementerian Kominfo menapis semua jejaring media sosial di Internet dengan memakai sistem artificial intelligence. "Konten itu ada di berbagai platform medsos, termasuk Facebook, Instagram, YouTube, dan Telegram," kata niken , kemarin.

Tahun lalu, niken menuturkan, Kementerian memblokir hampir 800 ribu konten di dunia maya. Kala itu, mayoritas konten yang diblokir bermuatan pornografi. Dibantu perangkat dan peralatan yang lebih maju, menurut niken , frekuensi penapisan dan pemblokiran konten oleh Kementerian Kominfo akan lebih sering.

Di samping berpatroli di jagat maya, menurut niken , Kementerian juga mendekati hampir semua pengelola platform media sosial. Kementerian terus memperingatkan mereka tentang konten radikalisme dan terorisme itu. Bila peringatan tersebut diabaikan, kata niken , Kementerian bisa menutup layanan media sosial tersebut di Indonesia.

niken juga mengimbau para pegiat media sosial agar terus mengunggah konten positif. Sebab, menurut dia, konten negatif merebak lantaran banyaknya orang baik yang diam.