Rilis 4: BPIP Ungkap Lima Masalah Mendasar Terkait Pancasila

TANGGAL :
Senin, 4 Juni 2018
JAM NAIK BERITA :
16:15:11
MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Merawat Keberagaman

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

FILE ORIGINAL :


Jakarta - Saat ini diketahui ada lima masalah mendasar terkait Pancasila. Salah satunya adalah distorsi pemahaman terhadap pancasila.Demikian disampaikan Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono, dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk "Merawat Keberagaman, Menangkal Terorisme dan Radikalisme" yang diselenggarakan di Ruang Serba Guna, Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Rabu (30/5/2018).
“Hal itu terjadi karena sejak 1998 Pancasila tidal lagi diajarkan, sehingga memori generasi muda tentang Pancasila cenderung kosong,” katanya.
Lantaran itulah, menurut Hariyono, BPIP kini tengah menyusun garis-garis besar pembinaan Pancasila. Problem lain, Hariyono mengungkaokan, adalah ekslusivisme. Sehingga, kata dia, terjadi segregasi (pemisahan sebuah golongan dari golongan lainnya) sosial.

“Seharusnya inklusivitas dikembangkan di mana-nama. Sebab, sebuah peradaban hanya muncul di dalam kondisi inklusif. Di mana di sana ada makna dari memberi dan menerima,” katanya,Persoalan selanjutnya, menurut Hariyono, adalah terkait pendidikan. Di mana, kata dia, pendidikan Pancasila tidak bisa dilakukan secara top down. Tapi, harus memasukkan nilai Pancasila dalam problem yang ada di masyarakat.

Hal lain yang menjadi pencermatan BPIP, Hariyono mengungkapkan, terkait proses pelembagaan. Diketahui, sambung dia, saat ini masyarakat kesulitan mencari teladan. "Bahkan dalam dunia seni budaya, seni rakyat kita, tidak memberikan optimisme pada anak didik Indonesia. Misalnya, di Indonesia, hampir semua film mengisahkan kekalahan. Sehingga anak berpikir, kita adalah keturunan bangsa kalah,” tuturnya.

Itulah sebabnya, Hariyono mengatakan, BPIP tengah mengembangkan pola pendidikan dan pelatihan yang menjadikan Pancasila menjadi sumber kreasi dan prestasi.

Hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini antara lain Wakil Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Sulthonul Huda dan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo Rosarita Niken Widiastuti.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube).