Rilis 1: Kesiapan Infrastruktur Mudik 2018

TANGGAL :
Kamis, 7 Juni 2018
JAM NAIK BERITA :
13:08:00
MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Kesiapan Infrastruktur Mudik 2018

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

FILE ORIGINAL :


Jakarta – Kurang lebih sepekan lagi masyarakat Indonesia bersiap menyambut Hari Raya Idulfitri 1439 H atau yang biasa disebut juga Lebaran. Artinya, musim mudik pun akan kembali meramaikan kehidupan di Tanah Air. Terkait itu, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) selaku koordinator Angkutan Lebaran 2018 bersama Kementerian/Lembaga terkait berkomitmen untuk melayani masyarakat agar dapat menjalani mudik dengan aman dan nyaman, bahkan lebih baik lagi dari penyelenggaraan tahun lalu yang juga sukses.
Untuk tahun ini, Kemenhub memprediksi total jumlah pemudik bisa mencapai 22 sampai 25 juta orang atau naik sekitar 10-12% dibandingkan tahun lalu, di mana jumlah tersebut terbagi ke dalam berbagai moda transportasi umum dan pribadi.Prediksinya, sebanyak 8 juta pemudik akan menggunakan bus, 8,5 juta pemudik menggunakan sepeda motor, dan 3,72 juta pemudik menggunakan mobil pribadi. Sementara sisanya akan menggunakan kereta api (naik 5%), kapal laut (naik 5,2%), dan pesawat terbang (naik 8,47%).

Sebelumnya, Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri juga telah memperpanjang waktu Cuti Bersama Lebaran menjadi tanggal 11-14 dan 18-20 Juni 2018, dari sebelumnya hanya 13-14 dan 18-19 Juni 2018. Dengan demikian, prediksi puncak arus mudik dan balik pun berubah.

Berdasarkan hasil survei terakhir Kemenhub, puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 8-9 Juni 2018, dari semula tanggal 13-14 Juni 2018. Sedangkan puncak arus balik akan terjadi pada tanggal 19-20 Juni 2018, dari semula tanggal 23-24 Juni 2018.Salah satu hal yang menjadi perhatian Kemenhub untuk mudik tahun ini adalah masih sama dengan tahun lalu, yakni pemudik yang menggunakan motor. Pasalnya, berdasarkan evaluasi penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2017, 70% kecelakaan yang terjadi pada tahun lalu melibatkan sepeda motor.Oleh karena itu, tahun ini Kemenhub kembali menggelar Mudik Gratis dengan truk, kereta api, dan kapal laut untuk menekan angka pemudik menggunakan motor. Rinciannya adalah Kemenhub menyediakan kuota sebanyak 23.000 untuk kereta api, 10.000 untuk kapal laut, dan 5.000 untuk truk.

Sementara dari sisi infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyatakan bahwa secara umum kesiapan jalur mudik tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, dengan jalan nasional 90% dalam kondisi mantap. Khusus untuk arus mudik di Pulau Jawa, Pemerintah memberikan tiga rute jalan nasional sebagai jalur mudik yang bisa menjadi pilihan masyarakat, yakni lintas Pantai Utara (Pantura) sepanjang 1.341 km, lintas tengah sepanjang 1.197 km, dan lintas Pantai Selatan (Pansela) sepanjang 1.405 km.Selain itu, kesiapan jalan tol Trans Jawa pada tahun ini juga lebih baik dibandingkan tahun lalu, di mana tahun ini sudah tidak ada lagi ruas tol yang berstatus jalur darurat. Pada tahun ini, dipastikan jalan tol sepanjang 995 km dari Merak (Banten) hingga ke Pasuruan (Jawa Timur) dapat dilalui pemudik, dengan status 760 km operasional dan 235 km fungsional.

Melihat persiapan Pemerintah yang sudah matang dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2018 tersebut, pertanyaannya adalah adakah hal-hal yang perlu diwaspadai atau menjadi perhatian masyarakat yang ingin mudik tahun ini?Misalnya seperti titik-titik rawan kemacetan dan bencana alam maupun titik-titik yang perlu dihindari? Atau mungkin adakah anjuran jalur terbaik bagi masyarakat untuk mudik?Kemudian bagaimana kesiapan sejumlah ruas tol yang masih berstatus fungsional? Amankah untuk dilalui masyarakat? Adakah aturan khusus yang diberlakukan pada ruas tol fungsional tersebut?Sedangkan untuk tol operasional, seperti apa strategi Pemerintah dalam menghadapi arus mudik dan arus balik di jalan tol operasional tersebut agar tidak terjadi penumpukan kendaraan maupun kendala terkait pelaksanaan transaksi nontunai di gerbang tol? Lalu bagaimana dengan animo masyarakat terkait program Mudik Gratis? Apakah sesuai atau jauh dari harapan? Khususnya, terkait target menekan angka pemudik menggunakan motor yang menyumbang persentase cukup besar terhadap terjadinya kecelakaan pada mudik 2017.

Pemerintah akan menjawab itu semua dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9 yang kembali diselenggarakan di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Kamis (7/6/2018), dengan tema "Kesiapan Infrastruktur Mudik 2018".

Hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini antara lain Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Kementerian Perhubungan RI, Bambang Prihartono, Kepala Sub Direktorat Analisa Data dan Pengembangan Sistem Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Nazib Faisal, serta Vice President Operation Manajement Jasamarga, Cahya AB.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube).