Rilis 2: Kepala BPTJ Kemenhub: Mudik Tahun Ini Harus Bisa Sukses Seperti Tahun Lalu

TANGGAL :
Kamis, 7 Juni 2018
JAM NAIK BERITA :
16:42:00
MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Kesiapan Infrastruktur Mudik 2018

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

FILE ORIGINAL :


JAKARTA - Untuk mewujudkan “Mudik Bareng Guyub Rukun 2018”, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai hari ini, Kamis (7/6/2018), sudah resmi membuka posko. Sehingga sudah mulai bekerja full resmi, 24 jam sehari, 7 kali dalam seminggu.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Bambang Prihartono dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB’9) dengan tema "Mudik 2018 Guyub, Aman, dan Nyaman" di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Kamis (7/6/2018). “Di posko ini kita bisa memonitor arus kendaraan yang ada saat masa mudik lebaran dan arus balik. Ini juga menunjukan bahwa pemerintah telah melakukan sinergi antara Kemenhub, PUPR, Jasa Marga dan Korlantas Polri,” jelas Bambang.

Karena itu, menurut Kepala BPTJ Kemenhub, mulai hari ini pihak sudah berada di lapangan. Bagi kemenhub, mudik kali ini menjadi tantangan sendiri. Yakni, bagaimana membangun ketertiban masyarakat saat arus mudik dan arus balik lebaran. “Karena menurut kami, kebijakan publik saja tidak cukup, meskipun Kemenhub, PUPR, Korlantas saling sinergi, tapi jika tidak didukung oleh masyarakat, hasilnya tidak akan maksimal,” ujar Bambang.

Karena itu, lanjut Bambang, kalau dikatakan tahun lalu mudik lebaran dikatakan sukses, sesungguhnya bukan karena pemerintah sudah melakukan sinergi baik, tapi karena masyarakatnya mau mengerti, mau disiplin dan mau diatur oleh pemerintah melalui para petugas yang ada di lapangan. “Sehingga, jujur saja, Kesuksesan tahun lalu itu bisa jadi beban berat buat kami. Karena kalau tahun ini tidak sukses, berarti terjadi penurunan. Tahun ini harus bisa sukses, minimal seperti tahun lalu,” ucapnya.

Kepala BPTJ Kemenhub pun mengimbau untuk bisa disampaikan ke masyarakat luas, masyarakat harus tertib dengan mengikuti arahan dari para petugas di lapangan.

“Kalau memang arus lalu lintasnya dialihkan, ikuti saja. Itu artinya, memang jalan tol saat itu sedang padat. Tak lupa, perhatikan rambu rambu yang ada. Temen-teman di kepolisian pasti akan mengatur sesuai diskresi yang ada,” ulas Bambang.

Dibandingkan tahun 2016, pada tahun 2017 mobil pribadi saat arus mudik mengalami peningkatan sebesar 28,74 persen dan sepeda motor 33.53 persen. Ini menunjukan kendaraan pribadi terus meningkat.

“Karena itu, saya tekankan shifting untuk menggunakan kendaraan transportasi umum. Untuk itu, ke depan, kendaraan pribadi akan dipersempit ruang geraknya agar beralih ke transportasi umum,” Jelas Bambang.

Sementara, menurut Bambang, karena libur diperpanjang, puncak arus mudik diperkirakan tanggal 8-9 Juni 2018. Dan pada H+8, tepatnya pada 24 Juni 2018, Posko Kemenhub dibubarkan. “Sarana mudik yang disiapkan, ada 49.000 unit bus di seluruh Indonesia, 353 KA dengan tambahan 40 kereta, pesawat 535 unit, kapal 1.293 unit, sehingga kapasitas mudik tersedia untuk 42.88 juta penumpang,” ungkap Bambang.

Selanjutnya, Kepala BPTJ Kemenhub menjelaskan, pihaknya telah memberlakukan inpesksi keselamatan dengan melakukan remcheck, sekitar 70 persen sudah berjalan.

“Pelayanan untuk masyarakat juga terus ditingkatkan. Sistem keamanan juga akan terjamin atas kerjasama Kemenhub dengan TNI/Polri. Tak lupa, ketersediaan prasarana untuk para pemudik sehingga bisa merasakan kenyamanan saat mudik,” pungkas Bambang.

Selain Kepala BPTJ Kemenhub Bambang Prihartono, turut hadir sebagai narasumber di Dismed FMB 9 kali ini yakni Kepala Sub Direktorat Analisa Data dan Pengembangan Sistem Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Nazib Faisal, dan Vice President Operation Management PT Jasa Marga Bagus Cahya AB.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube).