Jangan Lengah di Tol Fungsional

TANGGAL :
Jum'at, 8 Juni 2018
JAM NAIK BERITA :
07:10:16
MEDIA :
Harian Seputar Indonesia

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Bambang Prihartono, Kepala BPTJ Kemenhub,Bagus Cahya AB, Vice President Operation Management PT Jasa Marga

TONE :
Pro

TOPIC :
Kesiapan Infrastruktur Mudik 2018

CATEGORY :
Kementerian Perhubungan

RUBRIC/PAGES :
Hal. 1

FILE ORIGINAL :


Pemalang - Arus mudik hari ini diprediksi mulai meningkat tajam seiring datangnya masa cuti Lebaran. Tepat pada pukul 06.00 WIB pagi ini, jalur-jalur tol fungsional yang menghubungkan Jakarta-Surabaya juga akan mulai dibuka guna memperlancar arus kendaraan pemudik.
Sehari menjelang dibuka, sejumlah petugas mengi nspeksijalur-jalurtol tersebut kemarin. Pengecekan akhir dilakukan lantaran tidak seluruh ruas dalam kondisi standar. Di beberapa titik, kondisinya bahkan masih tergolong darurat seperti di Jembatan Kali Kuto (ruas Batang-Semarang) dan Jembatan Renteng(Salatiga-Kartasura).

Dua jembatan ini tak bisa dilewati karena belum jadi sehingga disiapkan jalur darurat.

Secara umum, kondisi jalan sudah lebih baik ketimbang masa mudik Lebaran tahun lalu. Namun, mudik melalui jalur tol fungsionaltetapmenuntutkon-sentrasi tinggi. Dari pantauan kemarin, kondisi ruas di tol Brebes Timur-Tegal-Pemalang sudah tampak bagus. Ruas ini sudah layak berstatus operasional, namun pada masa mudik kali ini pemerintah memutuskan belum akan mengenakan tarif tol alias gratis. Kendati kendaraan bisa dipacu dengan kecepatan tinggi, pemudikperlu hati-hati karena mereka baru pertama kali melintasi tol ini sehinggabelum familier kondisi jalanseperti tikungan, tanjakan, turunan, atau lokasi rest area.

Di ruas Pemalang-Batang hingga Semarang, konsentrasi perlu lebih dijaga. Selain jalan yangbelum sepenuhnya mulus, rambu-rambu juga belum lengkap. Pemudik yang melintas ruas ini pada malam hari juga perlu ekstrahati-hati. Jalanan dipastikan gelap karena penerangan yang disiapkan petugas tak mungkin menjangkau sepanjang ruas ini. Dari pengalaman pada 2017, banyak kejadian mobil pemudik terperosok keluar jalur akibat jalan yang belum berbeton dan beda ketinggian. Minimnya lampu penerangan juga memicu banyaknya kasus mobil celaka. "Masuk tol fungsional kecepatan harus dikurangi, maksimal 40-60 km/jam. Nanti akan ada rambu peringatannya," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Basuki menyatakan, kesiapan jalan Tol Trans Jawa tahun ini juga lebih baik dibandingkan tahun lalu. Pada tahun ini sudah tidak ada lagi ruas tol yang berstatus jalur darurat. Dipastikan jalan tol sepanjang 995 km dari Merak (Banten) hingga Pasuruan (Jawa Timur) dapat dilalui pemudik. Rinciannya, 760 km berstatus operasional dan 235 km masih fungsional.

Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa semua infrastruktur terkait jalan tol siap untuk mudik tahun ini, meskipun masih ada yang masih fungsional. "Akhir 2019 diujung bagian barat Merak hingga Banyuwangi harus beroperasi. Target ini saya berikan ke menteri BUMN dan menteri PU, termasuk targetpembenahan bandara di seluruh Tanah Air," papar Jokowi seusai meresmikan terminal baru Bandara Ahmad Yani di Semarang kemarin.

PT Jasa Marga selaku pengelola sejumlah ruas jalan tol memperkirakan adapeningkat-an pemudik yang keluar dari kawasan Jakarta sekitar 3,61% dibandingkan tahun lalu. Kendaraan itu keluar Jakarta melewati gerbang utama seperti Cikarang, Cikupa, Ciawi, Bitung.

Diperkirakan ada 50% kendaraan akan melewati pintu tol Cikarang Utama. Nanti terbagi lagi 50% ke arah pantura dan sisanya ke arah Bandung. "Sedangkan arus baliknya relatif hampir sama. Kita perkirakan sekitar 1,5 juta kendaraan. Perkiraan kami pada Sabtu besok (9/6) akan terjadi puncak mudik. Jumat (8/6) selesai jam kantor mudik sudah mulai jalan," kata Vice President Operation Manajemen Jasa-marga Cahya AB di Jakarta kemarin.

Pelayanan Rest Area

PT Jasa Marga juga menyediakan 68 rest area atau tempat istirahat dan pelayanan (TIP), tempat istirahat (TI), parking tay (PB), dan tempat istirahat sementara (TIS). Rest area tersebut berada di jalan tol yang sudah beroperasi dan fungsional di sepanjang jalur dari Jakarta hingga Surabaya. Sejumlah fasilitas pun ditambah di rest area tersebut, misalnya toilet, khususnya toilet wanita, yaitu 77 unit. Untuk di rest area yang berada di jalan tol fungsional, Jasa Marga menempatkan 316 unit toilet portabel. Di samping itu, Jasa Marga juga membuat sistem penzonaan atau manajemen lalu lintas di dalam rest area agar arus kendaraan bisa terdistribusi dengan baik.

Nantinya akan dibuat jalur khusus untuk kendaraan sesuai keperluannya, misalnya yang akan mengisi bahan bakar minyak (BBM), ke toilet, atau ke tempat makan. Ruang komersial di area parkir pun ditiadakan sehingga kapasitas parkir bisa lebih banyak. "Kami buat rekayasa lalu lintas di rest area sesuai kebutuhan pemudik," terang Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan Bambang Prihartono. Dari pantauan lapangan kemarin, ruas tol Solo-Ngawi sudah siapuntuk dilalui pemudik Meski akan dioperasikan untuk arus mudik dan balik Lebaran, penggunaannya masih digratiskan.

Direktur Utama PT Jasa Marga Solo Ngawi (JSN) David Wijayatno mengatakan, pihaknya selaku pemegang konsesi ruas Solo-Ngawi telah mengantongi sertifikat laik operasi untuk ruas Colomadu-Sragen sepanjang 35 kilometer, sehingga jalan tol Solo-Ngawi siap diresmikan dalam waktu dekat. "Namun, selama arus mudik dan balik Lebaran 2018 masih digratiskan," kata David seusai memantau persiapan ruas jalan tol Salatiga-Ngawi kemarin.

Ruas tol Solo-Ngawi mulai dibuka un tuk arus mudikmulai 8 Juni hingga 24 Juni mendatang. Keberadaannya beroperasi 24 jam dan dua arah mulai gerbang tol (GT) Kartasura/Colomadu, maupun dari arah GT Ngawi. Namun demikian, ada GT yang belum dibuka yakni GT Bandara A di Soemarmo Boyolali karena masih konstruksi, GT Gondang-rejo. GT Karanganyar juga belum bisa dibuka karena pembebasan lahan baru selesai dan masih menunggupemasanganbeton.

Selain itu, ruas Salatiga-Solo sepanjang 32 km juga siap dibuka hari ini un tukmelayanipe-mudik. Untuk mengantisipasi belum selesainya pembangunan Jembatan Kenteng, di Susukan, Kabupaten Semarang, telah dibuat jalur darurat di bawah jembatan.

Di Bandara Adi Soemarmo Solo, geliat mudik mulai terlihat Puncak arus mudik diprediksi berlangsung tiga hari mulai H-3 Lebaran mendatang.