Menuju Puncak Mudik

TANGGAL :
Jum'at, 8 Juni 2018
JAM NAIK BERITA :
07:17:00
MEDIA :
Koran Tempo

JOURNALIST :
Yohanes Paskalis

NARASUMBER :
Bambang Prihartono, Kepala BPTJ Kemenhub

TONE :
Pro

TOPIC :
Kesiapan Infrastruktur Mudik 2018

CATEGORY :
Kementerian Perhubungan

RUBRIC/PAGES :
Hal. 1

FILE ORIGINAL :


Jakarta - Hari ini jutaan pemudik diprediksi mulai meninggalkan Jakarta. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ruas jalan tol diproyeksikan menanggung beban terberat. Lonjakan jumlah kendaraan yang melintasi jalan tol ke arah barat dan timur akan mencapai puncaknya besok malam.
Kementerian Perhubungan menghitung, sekitar 3,72 juta unit kendaraan akan melintas selama mudik Lebaran tahun ini. Sebagian di antaranya berasal dari Ibu Kota. Sebagian besar pemudik menuju arah timur Pulau Jawa. Kemacetan diperkirakan terjadi di sejumlah pintu tol dekat Jakarta.

Direktur Lalu Lintas Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Pandu Yunianto, mengatakan ruas tol Jakarta-Cikampek akan menjadi lokasi kritis rawan kemacetan. Kepadatan diprediksi terus terjadi hingga sehari menjelang Lebaran.

Lalu lintas di jalan tol rentan macet parah pada tiga hari pertama puncak arus mudik, lantaran pertemuan kendaraan pribadi dengan angkutan berat yang akan berimbas hingga ke jalur arteri. "Yang rawan itu dari Cawang sampai Cikarang Utama. Di puncak arus, kepadatan bisa sampai keluar tol arah Bekasi atau Karawang," kata Pandu kepada Tempo, kemarin.

Dia memastikan sejumlah langkah antisipasi telah dilakukan. Kementerian sudah meminta distributor logistikmengurangiaktivitas di jalur padat kendaraan, seperti tol Jakarta-Cikampek, mulai hari ini. "Bukan jangan beroperasi, tapi agar melalui jalan nasional di luar tol," kata Pandu. Angkutan berat semacam truk bersumbu tiga atau lebih secara resmi dilarang melintas mulai Selasa pekan depan.

Kepolisian RI akan mengontrol komando pengaturan arus, termasuk berwenang menghentikan mobil barang yang berpotensi menambah kepadatan lalu lintas. Korps Tri Brata mengerahkan 5.200 personel.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Bambang Prihartono, mengatakan menyiapkan opsi pengalihan arus untuk mengurai kemacetan. "Kami sepakat tak boleh ada kepadatan lebih dari dua kilometer. Kalau ada, kita harus langsung alihkan arus,"ujarnya di Jakarta,ke marin.