Empat Pekerjaan di Tol Jakarta-Cikampek Dihentikan

TANGGAL :
Jum'at, 8 Juni 2018
JAM NAIK BERITA :
07:22:42
MEDIA :
Koran Tempo

JOURNALIST :
Yohanes Paskalis

NARASUMBER :
Bambang Prihartono, Kepala BPTJ Kemenhub

TONE :
Pro

TOPIC :
Kesiapan Infrastruktur Mudik 2018

CATEGORY :
Kementerian Perhubungan

RUBRIC/PAGES :
Hal. 4

FILE ORIGINAL :


Jakarta - PT Jasa Marga (persero) Tbk memastikan semua kegiatan konstruksi di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek berhenti sementara untuk mendukung pergerakan mudik Lebaran yang dimulai hari ini. Penghentian proyek di akses utama keluar Jakarta tersebut diwajibkan pada H-l 0 hingga H+10 Lebaran, atau dimulai pada 5 Juni lalu.
Sekretaris Perusahaan Jasa Marga, Agus Setiawan, mengatakan mereka membekukan sementara pengerjaan jalan tol layang Jakarta-Cikampek, pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, serta light rail transit (LRT) Jabodebek, termasuk perawatan periodik di ruas tersebut. "Semua proyek sudah stop, kami periksa. Bahkan tak ada lagi pekerjaan berkala seperti pelapisan ulang (jalan). Kami liburkan," ujar dia kepada Tempo, kemarin.

Menurut Agus, sebagian besar alat berat sudah dipindahkan ke luar ruas Jakarta-Cikampek. Saat ini, hanya ada beberapa unit kendaraan proyek yang disiagakan untuk mengantisipasi masalah fisik saat mudik berlangsung.

Berdasarkan penyusur-an Tempo di jalan sepanjang 73 kilometer itu pada hari pertama penghentian proyek, masih terlihat sejumlah alat berat seperti ekskavator dan crane yang terparkir. Namun tak ada aktivitas pekerja di sekitar lokasi proyek. Tampak median concrete barrier atau pembatas beton digeser ke pinggir luar jalan. Adapun penempatan pembatas di tengah ruas Jakarta-Cikampek disesuaikan dengan dinding lokasi proyek.

Aktivitas kontraktor di lokasi, seperti PT Waskita Karya (persero) Tbk, kata Agus, hanya berupa pembenahan badan jalan untuk kesiapan mudik. "Masih ada penambalan (lubang) di sejumlah lokasi yang urgent, agar nanti jalurnya nyaman dilewati. Kalau itu ada izinnya," kata dia.

Agus menilai penghentian proyek bisa meningkatkan konsentrasi pengguna jalan saat melintas.

"Jadi, saat bawa mobil bisa fokus tak melihat-lihat (pekerjaan konstruksi), lebih lega. Saat pagar proyek dekat dengan marka jalan, pasti terasa sempit. Sekarang lebih bebas karena sudah dirapikan."

Vice President Operational Management Jasa Marga, Bagus Cahya, mengatakan penghentian tak sontak membuat kecepatan kendaraan bertambah drastis. Pasalnya, volume kendaraan Jakarta-Cikampek justru meningkat saat mudik. "Di gerbang (GT) Cikarang Utama saja kami perkirakan bisa 112 ribu kendaraan (per hari) saat puncak arus. Jadi, kalau menyebut harus lancar, ya agak mustahil," kata dia.

Merujuk pada data Jasa Marga, volume kendaraan yang melintas di GT Cikarut diprediksi mencapai 99 ribu unit pada hari ini. Jumlah itu meningkat menjadi 112 ribu sehari setelahnya. Padahal, volume harian gerbang tersebut hanya berkisar 70 ribu unit.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, bambang prih artono, mengatakan pihaknya akan memeriksa kembali ketersediaan lajur ruas Jakarta-Cikampek. Ruas yang mayoritasnya terdiri atas empat lajur kendaraan itu, kata dia, harus difungsikan seoptimal mungkin untuk lalu lintas."Harusnya lajur-nya sudah kembali normal. Nanti kami cek, ya," ucap dia.