Dirut ASDP, Arus Mudik 2018 Pelabuhan Merak Lancar

TANGGAL :
Rabu, 13 Juni 2018
JAM NAIK BERITA :
10:09:23
MEDIA :
Liputanbanten.co.id

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Ira Puspadewi, Dirut PT. ASDP Ferry

TONE :
Pro

TOPIC :
Mudik Guyub Aman

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

LINK ORIGINAL :

Cilegon – Direktur Utama PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Ira Puspadewi, menyampaikan, kelancaran dan kenyamanan pada arus mudik Hari Raya Idul Fitri 2018, karena beberapa faktor dan kebijakan yang diberlakukan pemerintah. Hal tersebut dipaparkan Ira Puswadewi dalam Forum Merdeka Barat (FMB) dengan tema “Puncak Mudik 2018 Guyub, Aman, dan Nyaman” di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Merak-Banten, Selasa (12/6/2018) kemarin.
Hadir sebagai narasumber FMB 9 kali ini antara lain Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Dharmawan Prasodjo, Kepala Sub Direktorat Angkutan Orang Kemenhub Syafrin Liputo, Kepala Biro Operasi Polda Banten Kombes Hermansyah, dan GM Marketing Operation Region III Pertamina Erry Widiastono.

“Syukurlah mudik kali ini lebih lancar. Kami melihat itu disebabkan beberapa faktor,” katanya.

Pertama, waktu libur yang lebih panjang dibanding tahun sebelumnya. Sehingga, pola penumpukan berubah.

“Libur yang lebih panjang berdampak bila biasanya pada H-4 Lebaran terjadi peningkatan kenaikan, sekarang pada H-6 sudah naik. Dan tercatat signifikan adalah kendaraan roda empat, jadi ada perubahan pola mudik,” katanya.

Selain itu, pemberlakuan penjualan tiket online sebagai salah satu strategi mudik 2018.

“Ada juga buffer zone di km 43, dan di Hotel Mangku Putra untuk motor. Ini membantu sehingga tidak menumpuk antrean yang panjang di pelabuhan,” tuturnya.

Selain itu, strategi lain adalah pengoperasian kapal besar.

“Terkait ini, komandan di lapangan harus tahu kapan dioperasikan kapal besar. Selain itu juga dilakukan langkah memperpendek waktu kapal di pelabuhan, yakni rata-rata 1 jam. Ada yang hanya 45 menit. Walau tentu tetap mempertimbangkan keamanan,” tuturnya.

Hal lain yang dilakukan adalah pengelolaan pengendara sepeda motor. Jika pada 2017 ada 21 ribu kendaraan bermotor, pihaknya kian gencar melakukan kerja sama dengan Polri.

“Psikologi pengendara motor itu berbeda dengan mobil. Sehingga kami menggelar strategi, memecah pengendara motor di dermaga 6 ke dermaga-dermaga lain kalau dilihat keadaan membutuhkan,” tuturnya.

Diketahui, pada 2017, saat puncak mudik tercatat yang tertinggi selalu roda dua, yakni mencapai 21 ribu lebih. Sedangkan, pada H-2 jumlah pemudik mencapai 173 ribu lebih