Arus Mudik Lenggang, Pemudik Nyaman ini Startegi ASDP

TANGGAL :
Rabu, 13 Juni 2018
JAM NAIK BERITA :
13:16:59
MEDIA :
Kumparan.com

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Ira Puspadewi, Dirut PT. ASDP Ferry

TONE :
Pro

TOPIC :
Mudik Guyub Aman

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

LINK ORIGINAL :

Merak – Tahun 2018 jalur mudik lebaran Idul Fitri teramat lancar, hal ini dapat dilihat dari lengangnya Pelabuahan Merak Banten, para pemudik dapat merasakan kenyamanan dan kelancaran arus mudiknya tahun 2018 ini. Tentu hal ini tidak lepas dari peranan Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP).
Beberapa hal yang menjadi faktor kelancaran adalah, pertama kebijakan libur yang lebih panjang dan membuat pola baru. “Hal ini sangat membantu, jadi ada pola yang menarik, biasanya disaat H-4 baru naik normalnya, sekarang H-6 sudah naik, kata Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9), Selasa (12/6).

Ia juga mengatakan, tercatat yang signifikan adalah jumlah kendaraan roda empat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya roda dua lebih banyak. Jadi ada perubahan pola mudik, ujarnya saat acara bertema ‘Puncak Mudik 2018 Guyub, Aman, dan Nyaman’ yang diselenggarakan di Ruangan Serba Guna Kementrian Komunikasi dan Informatika, Merak-Banten.

Selain itu, ia juga menjelaskan terkait faktor yang memperlancar lain adalah adanya penjualan tiket secara daring (online) yang kian digalakan sebagai salah satu strategi mudik 2018, kemudian adanya Buffer Zone. “Buffer Zone ini ada pada KM 43, dan di Hotel Mangkuputra untuk pengendara motor. Hal ini sangat membantu sehingga tidak ada penumpukan antrian yang panjang di pelabuhan Merak ini,” jelasnya.

Ira juga memaparkan, strategi di lapangan seperti pengoprasian kapal besar, hal ini harus dilakukan dengan perhitungan yang matang dari para Komandan. “ Komandan dilapangan harus tahu kapan waktu yang tepat untuk mengoprasikan kapal besar tersebut,” himbaunya. Strategi lainnya seperti memperpendek waktu kapal di pelabuhan menjadi 45-60 menit. “ kami tetap mengutamakan keamanan, jadi rata-rata perpendekan waktu kapal hanya 45 menit sampai 1 jam,” tuturnya.

Hal yang terakhir yang dilakukan oleh pihak ASDP adalah mengelola pengendara motor, pada tahun 2017 pengendara motor sampai dengan 21 ribu. Dalam pengelolahan tersebut ASDP bekerjasama dengan Polri agar dapat mengawal pengendara motor. “Tahun 2017 pengendara motor hanya ada di dermaga 6, tapi pada tahun ini kita tetap fokuskan di dermaga 6, jika dermaga 6 ada penumpukan maka Polri yang akan mengawal pengendara motor ke dermaga yang lainnya, ini terlihat simple tapi rumit, imbuhnya.

Hal ini disebabkan perbedaan psikologi pengendara motor makanya ASDP dan Polri memecah pengendara motor agar tidak terjadinya penumpukan di dermaga 6. “Karena psikologi pengendara motor berbeda dengan pengendara mobil, karena pengendara motor sudah panas, berdebu dan sudah sampai disini malah ngantri,”pungkasnya.