Rilis 5 : Kisah Sukses Ibu Sainah, Penerima PKH yang Berhasil Bebas dari Garis Kemiskinan

TANGGAL :
Senin, 30 Juli 2018
JAM NAIK BERITA :
15:46:29
MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Pengurangan Angka Kemiskinan

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

FILE ORIGINAL :


JAKARTA (30/7/2018) - Berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2018, tingkat kemiskinan di Tanah Air telah turun di angka satu digit, yakni 9,82 persen atau yang terendah dalam sejarah sejak krisis tahun 1998.
Menurut BPS, salah satu faktor yang berperan dalam penurunan angka kemiskinan tersebut adalah program Bantuan Sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang terus meningkat dan disalurkan dengan tepat waktu dan tepat sasaran.

Ibu Sainah, warga Kabupaten Bantul, Yogyakarta, adalah salah satu penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang kini telah berhasil bebas dari garis kemiskinan.

Dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertemakan "Fakta Penurunan Angka Kemiskinan" bertempat di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (30/7/2018), Ibu Sainah mengungkapkan kini dirinya memiliki penghasilan bersih Rp3juta per hari berkat usaha Bakso Tusuknya. Bahkan, usahanya telah memiliki 5 cabang dan 12 karyawan.

"Usaha Saya sekarang sudah punya 12 karyawan dan 5 cabang, masing-masing cabang saya beri 2 karyawan. Pendapatan kotor Saya mencapai 7-8 juta per hari, kalau saya hitung-hitung, 3 juta bersihnya per hari," ujarnya.
Ibu Sainah mengaku pertama kali menjadi peserta PKH pada tahun 2009. Setelah menjadi peserta, Ibu dari 3 anak ini pun mendapatkan modal usaha sebesar Rp1 juta.

"1 juta untuk modal usaha dari tahun 2009 ketika masuk jadi anggota PKH, jadi tidak ikut juragan lagi. Saya bikin bakso tusuk yang belum ada sama sekali di daerah saya dan ini ide saya sendiri," katanya.

Kesuksesan Ibu Sainah pun akhirnya menjadikan dirinya sebagai narasumber dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pengembangan usaha yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menginspirasi para peserta PKH lainnya.

"Sejak awal memang tiap tahun kita berikan sosialisasi dan bimtek pengembangan usaha KUBE (Kelompok Usaha Bersama) peserta PKH. Dulu di awal 2009-2012, Bu Sainah masih peserta bimtek pengembangan usaha. Setiap tahun kita kunjungi dan pantau usahanya. Bu sainah ini salah satu peserta PKH yang sabar dan tidak ingin segera menggunakan bansosnya, tapi untuk pengembangan. Bu Sainah ini sekarang jadi narasumber bimtek," ungkap Sariadi dari Dinas Sosial Kabupaten bantul.

Turut hadir pula dalam FMB 9 kali ini Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat, Kepala BPS Suhariyanto, dan Sekretaris Eksekutif TNP2K Bambang Widianto.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube).