Pertamina Cari Mitra Kelola Blok Rokan

TANGGAL :
Kamis, 2 Agustus 2018

JAM NAIK BERITA :
07:30:15

MEDIA :
Harian Seputar Indonesia

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Nicke Widyawati, Plt Dirut PT Pertamina

TONE :
Pro

TOPIC :
Ketersediaan Migas

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Non Headline

PR :

AD :

FILE ORIGINAL :


Jakarta - PT Pertamina (Persero) berencana mencari mitra strategis dalam mengelola Blok Rokan yang bertujuan untuk mitigasi risiko.
Plt Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan perseroan menyambut baik keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mempercayakan pengelolaan Blok Rokan kepada Pertamina. Blok yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia akan berakhir kontraknya pada 2021.

"Blok Rokan sudah 94 tahun berproduksi, dan Pertamina akan mulai mengelola pada tahun 2021," kata Nicke saat menghadiri dialog Forum Merdeka Barat 9 dengan tema "Menjaga Ketersediaan Migas" di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, keputusan pemerintah tersebut mumi diambil atas dasar pertimbangan bisnis dan ekonomi setelah mengevaluasi pengajuan proposal Pertamina yang dinilai lebih baik dalam mengelola blok tersebut. Dengan mengelola Blok Rokan diharapkan dapat meningkatkan produksi hulu Pertamina.

"Dengan dioperasikannya Blok Rokan, bisa menghemat devisa sekitar USD4 miliar pertahun. Selain itu, juga bisa menurunkan biaya produksi hilir secarajangka panjang," ujarnya.

Lebih lanjut, Nicke menjelaskan, kapasitas produksi Blok Rokan terus menurun. Dari awalnya mempunyai kapasitas produksi juta bareloil saat ini hanya sekitar 712.000 barel oil. Untuk meningkatkan kapasitas produksi dibutuhkan cara konvensional dan nonkonvensional.

"Jadi, kita pelajari lagi karena dibutuhkan teknologi di beberapa titik eksplorasi, di tam -bah areanya, melalui simulasi, kita akan menambah titik eks-plorasidiareainiuntukmenam-bah kapasitas," paparnya.

Untuk itu, menurut Nicke, Pertamina membuka opsi untuk menggandeng mitra strategi dalam pengelolaan Blok Rokan. Hal ini bertujuan untuk mitigasi risiko. Terdapat dua hal, pertama mitigasi risiko teknologi dan mitigasi risiko pendanaan. Pertamina akan memanfaatkan teknologi Enhance Oil recovery (EOR)pada blok tersebut.

"EOR di sumur yang belum pernah dikelola Pertamina. Kami caripartnerun tuk mi tigasirisiko karena kita harus tingkatkan lima kali lipat jika melalui EOR, jadimasihada waktu hingga 2020, apakah mitigasi inibisa dilakukan sendiri atau sharing dengan partner," ujarnya.

Di sisi lain, perseroan masih mengkaji untuk membuka kerja sama dengan mitra strategis terkait risiko pendanaan. Nicke optimistis akan banyak pihak yang berminat untuk bekerja sama dengan Pertamina. Meski begitu, menurut dia, keuangan Pertamina masih cukup kuat untuk ekspansi kedepan.

"Jadi masih akan terbuka ruang (untuk menggandeng partner), pas ti masih banyak pihak yang berminat untuk partnership" tandasnya.

Sebagai informasi, Pertamina harus menginvestasikan sekitar USD70 miliar atau setara Rpl.0008 triliun (Rpl4.413/ USD) selama 20 tahun untuk mengelola Blok Rokan. Adapun, bonus tanda tangan mencapai USD783 juta atau setara Rpll,3 triliun dan komitmen kerja pasti sebesar USD500 juta.

Nicke juga membuka peluang kerja sama dengan operator lama Blok Rokan, yaitu Chevron Pacific Indonesia. Meski begitu, peluang tersebut tidak hanya untuk Chevron tapi perusahaan minya gas (migas) lain. Pertamina juga siap mengoptimalisasi sumber daya dari Chevron yang telah bekerja di Blok Rokan.

"Ketika alih kelola, jangan sampai terjadi lay off, begitu pula dari ketersediaan SDM, dengan wilayah kerja yang kita kelola, seluruh karyawannya pindah ke Pertamina, misalnya terjadi pada Total, kita optimalkan sumber daya yang kompeten," katanya.

Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Amien Sunaryadi menjelaskan, kedua belah pihak antara Pertamina dan Chevron akan menjalin kerja sama untuk masa transisi pengelolaan.

"Fokus berikutnya adalah kerja sama antara Chevron sebagai existing contractor dengan Pertamina sebagai kontraktor untuk melakukan kegiatan-kegiatan transisi sampaidenganmasa kontrak habis guna menjaga tingkat produksi supaya tidak turun," kataAmien.