Dukung Penerapan BBM Ramah Lingkungan

TANGGAL :
Jum'at, 10 Agustus 2018
JAM NAIK BERITA :
07:12:21
MEDIA :
Indo Pos

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
EURO 4

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Hal. 8

FILE ORIGINAL :


Jakarta - Pemerintah mendukung penerapan Bahan Bakar Minyak (BBM) standar euro 4. Itu supaya menekan pencemaran dan lebih ramah lingkungan. Selain itu, supaya tercapai pertumbuhan ekonomi lebih baik.
Asisten Deputi Kement rian Koor-dinato Perekonomian Dida Gardera mengatakan, pemerintah menargetkan penerapan BBM euro 4 sepanjang 18 bulan mendatang. Namun, bisa dipercepat 2 bulan. Itu menunjukkan kalau pemerintah siap menerapkan BBM standar euro 4 . "Kami optimistis bisa dilaksanakan. Sisi lingkungan dan ekonomi juga positif," tutur Dida di Jakarta, Kamis (9/8)

Saat ini, bilang Dida sudah ada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/SET-JEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan 0 atau lebih dikenal dengan Standar Emisi Euro FV. Sebagai konsekuensi, setelah September 2018 mendatang, mobil bensin beredar di Indonesia harus memenuhi syarat emisi euro 4 .

Sedang untuk kendaraan bermotor tipe baru dan sedang diproduksi berbahan bakar diesel mulai diberlakukan 10 Maret 2021. Namun, momentum Asian Games (AG) 2018 dan World Bank-IMF Meeting di Bali, penerapan BBM euro 4 dipercepat mulai Agustus. Itu mengingat tingkat emisi rendah menjadi syarat bagi penyelenggaraan ajang olahraga terakbar di Asia tersebut.

Memang sebut Dida, belum ada angka pasti terkait kerugian akibat pencemaran udara dari polusi transportasi. Namun, dari sejumlah riset diperkirakan kerugian ekonomi akibat kemacetan dan pencemaran bisa mencapai Rp 40 triliun. Nilai tersebut muncul akibat kemacetan, pencemaran udara, dan menimbulkan masalah kesehatan.

"Tingkat sulfur tinggi akan menimbulkan korosi dari keasaman air hujan juga menimbulkan persoalan terhadap infrastruktur dan alat-alat mekanik elektronik," urainya.

Dampak penerapan BBM euro 4 , terjadi penurunan polutan dan emisi gas buang rata-rata mencapai 50 persen. Dengan begitu, produk otomotif rakitan dalam negeri akan mudah masuk ke pasar ekspor. Kalau demikian, dari sisi pertumbuhan ekonomi jelas akan menguntungkan.

Sementara Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK MR Karliansyah menambahkan dalam kajian bersama pada 2011-2012 lalu, diketahui sebesar Rp 38,5 triliun per tahun uang

masyarakat habis untuk pengobatan penyakit-penyakit akibat pencemaran udara. Karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menerbitkan Peraturan Menteri LHK 20/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang.

Nah, aturan itu diprediksi akan terjadi perubahan kandungan udara, menjadi Iebih baik. Berdasar data, perbandingan antara Euro 2 dengan euro 4 adalah menurunkan 55 persen kandungan CO dalam udara, 68 persen kandungan Nox, dan 60 persen kandungan HC. "Jadi, penerapan euro 4 sangat menguntungkan," tukas Karliansyah.

Sementara itu, VP Communication PT Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan pihaknya siap mendukung BBM ramah lingkungan. BBM euro 4 akan dipasarkan segera akan membuat kualitas udara menjadi lebih baik. Berdasar pemantauan kualitas udara, kualitas udara di kota Jakarta, sangat buruk. "Kami berusaha memperbaiki melalui penyediaan BBM euro 4 lebih ramah lingkungan," tegas Adiatma.

Pertamina juga membuat program untuk menyediakan BBM sampai Euro 5 dan Euro 6. "Untuk itu, kami sudah mulai bangun kilang di Tuban dan di Bontang-Kaltim. Semuanya disiapkan untuk Euro 5 dan Euro 6," pungkasnya.