Penggunaan BBM Euro 4 Dipercepat

TANGGAL :
Jum'at, 10 Agustus 2018

JAM NAIK BERITA :
07:32:00

MEDIA :
Harian Kontan

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
EURO 4

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Hal. 14

PR :

AD :

FILE ORIGINAL :


Jakarta - Pemerintah bertekad mengurangi emisi bahan bakar. Ini nampak dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/SETJEN/ KUM. 1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O. Ketentuan ini lebih dikenal dengan Standar Emisi Euro 4.
Dengan aturan ini, mobil bensin yang beredar di Indonesia harus memenuhi syarat emisi Euro 4, terhitung setelah September 2018. Adapun bagi kendaraan bermotor tipe baru dan yang sedang diproduksi berbahan bakar diesel, aturan ini mulai diberlakukan pada 10 Maret 2021.

Namun, adanya momentum Asian Games 2018 maupun pertemuan Bank Dunia-IMF di Bali, penerapan BBM Euro 4 dipercepat mulai Agustus 2018. Pasalnya. Indonesia sebagai negara penyelenggara Asian Games harus mengurangi tingkat emisi.

Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Kementerian ESDM, Soerjaningsih, menyebutkan pemerintah berkomitmen melaksanakan aturan Euro 4. Salah satunya menugaskan pertamina memproduksi BBM setara Euro 4.

Pada tahap awal, kilang Tuban, Cilacap, Balongan dan Bontang akan memproduksi BBM Euro 4. "Nanti produksi di seluruh kilang itu pada 2025. Bahkan ada yang sudah siap pada 2024. Hal ini didukung legalitas pembangunan kilang. Pada 2024 untuk Tuban selesai dan secara keseluruhan di tahun 2025 kilang-kilang pertamina bukan lagi berstandar Euro 4, tapi sudah menjadi Euro 5," ungkap Soerjaningsih, Kamis (9/8).

Vice President Corporate Communication pertamina , Adiatma Sardjito mengatakan pertamina memang sejak 2012 lalu telah membuat program untuk menyiapkan bahan bakar yang lebih baik hingga setara Euro 5, bahkan Euro 6.

"Dimulai dari Proyek Langit Biru Cilacap, ada RDMP Balikpapan, Cilacap dan Balongan. Kami juga membangun kilang baru yaitu Tuban dan Bontang, semua menuju Euro 5 dan Euro 6," imbuh dia

Sejatinya, pertamina telah memproduksi BBM setara Euro 4 yaitu Pertamax Turbo dari kilang Balongan. Pertamax Turbo sudah dipasarkan di 791 SPBU yang tersebar di Jawa, Sumatra, Bali, Sulawesi, NTT dan Kalimantan.

Pada Juni 2018, konsumsi Pertamax Turbohanya sebesar 23.850 kiloliter (KL) per bulan. pertamina sudah bisa memproduksi Pertamax Turbo di Kilang Balongan yakni sebesar 9.450 KL dan sisanya impor sebesar 14.310 KL.
Pertamina juga akan memulai produksi Pertamax Turbo di Kilang Cilacap pada akhir 2018. "Kapasitas kilang terpasang 384.000 KL. Tapi kalau Langit Biru jadi, bisa digabung dengan nafta. Jadi bisa membuat Euro 4," ujar Adiatma.

Alhasil, saat ini kendaraan bermotor harus bersiap-siap untuk menggunakan BBM setara Euro 4.