Rilis 1: Efisiensi Anggaran, Meninjau Ulang Proyek Infrastruktur

TANGGAL :
Jum'at, 10 Agustus 2018

JAM NAIK BERITA :
16:39:02

MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Efisiensi Anggaran

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :

AD :

FILE ORIGINAL :


Jakarta, 10 Agustus 2018 – Pemerintah meninjau ulang sejumlah proyek infrastruktur, khususnya yang memiliki tingkat ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menterinya mengevaluasi detail proyek yang memakai bahan baku impor ini dalam rapat di Istana Bogor pada 31 Juli 2018. Presiden Jokowi mematok target penghematan yang cukup tinggi dari upaya tersebut. Karena jika program ini sukses, negara dapat menghemat devisa sebanyaki US$ 21 juta setiap hari.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik atau BPS, kenaikan impor terjadi sepanjang semester pertama tahun ini dan menyebabkan neraca perdagangan defisit. Komponen impor tertinggi adalah bahan baku untuk proyek infrastruktur, di antaranya impor besi baja, yang meningkat 39 persen, dan impor mesin serta alat listrik, yang naik 28 persen pada Mei 2018 lalu.

Tingginya penggunaan bahan impor dan valuta asing dalam proyek infrastruktur pun berdampak pada kinerja keuangan badan usaha milik negara atau BUMN, khususnya yang menggarap proyek-proyek penugasan besa.

Data Kementerian BUMN menyebutkan utang perusahaan negara yang berhubungan dengan jalan tol naik 54,05 persen pada 2014-2017, diikuti dengan pertumbuhan aset dan ekuitas masing-masing 53,29 persen dan 51,17 persen.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan mengevaluasi sejumlah proyek, seperti Pelabuhan Patimban dan kereta cepat Jakarta-Surabaya. Meski menurutnya proyek yang sudah jalan aka tetap berlangsung. Namun ada upaya menurunkan komponen impornya semaksimal mungkin.

Sedangkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan tak berkeberatan jika pelaksanaan sejumlah proyek infrastruktur ditunda hingga beberapa tahun. Menkeu meyakinkan bahwa proyek-proyek tersebut tetap penting dan urgen untuk tetap dilakukan. Tapi pelaksanaannya bisa ditunda ke tahun yang akan datang.

Menkeu menegaskan bahwa pemerintah juga berkomitmen mengurangi impor bahan bakar minyak dan meningkatkan penggunaan B20 atau bahan bakar campuran biodiesel 20 persen yang diproduksi di dalam negeri.

Untuk mengupas lebih lanjut tentang topik Proyek Infrastruktur Tetap Terjaga tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) akan menggelar Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB’9) dengan tema “Efisiensi Anggaran, Meninjau Ulang Proyek Infrastruktur” di Aula Serba Guna Kemkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat 9, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018), mulai pukul 13.30 Wib.

Dalam FMB 9 kali ini, sejumlah narasumber akan hadir memaparkan sejumlah langkah yang akan dilakukan oleh kementerian yang dipimpinnya masing-masing, di antaranya dari Direktur Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Resiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman, Inspektur Jenderal Kementerian PUPR Widiarto, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube).