PUPR Hemat Rp 4 Triliun untuk Belanja Barang di 2019

TANGGAL :
Jum'at, 10 Agustus 2018

JAM NAIK BERITA :
20:23:00

MEDIA :
Detik.com

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Widiarto, Inspektur Jenderal Kementerian PUPR

TONE :
Pro

TOPIC :
Efisiensi Anggaran

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :

AD :

LINK ORIGINAL :

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berupaya menghemat anggaran hingga mencapai Rp 4 triliun untuk belanja barang non operasional di 2019.
Inspektur Jenderal Kementerian PUPR Widiarto mengatakan bahwa tahun ini Kementerian PUPR mendapatkan alokasi pagu anggaran sebesar Rp 107 triliun dan diperkirakan meningkat jadi Rp 110 triliun di 2019.

Dia menjelaskan, bahwa anggaran PUPR tersebut digunakan baik untuk belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal. Sementara penghematan yang akan dilakukan ialah dari sisi belanja barang non operasional.

"Kalau kita lihat trennya dari belanja barang kita, itu ada tiga kelompok, jadi barang operasional, non operasional, dan belanja barang yang bersifat berkarakter modal," katanya di Forum Merdeka Barat (FMB), Jakarta, Jumat (10/8/2018).

"Yang dikurangi adalah belanja barang yang bersifat operasional, mungkin studi, kajian workshop. Itu trennya setiap tahun makin turun dari 15% ke 12%" sambungnya.

Sementara untuk belanja modal, yakni untuk infrastruktur, kata Widiarto, berada di kisaran 80-85% dari total anggaran. Untuk tahun ini, persisnya berada di sekitar 81%, sementara untuk 2019 diperkirakan mencapai 83%.

Kemudian untuk 2019, tambah dia, Kementerian PUPR bakal melakukan penghematan belanja barang non operasional untuk hal yang lebih produktif. Dengan begitu, maka anggaran non operasional bisa hemat Rp 4 triliun.

"Jadi kita ada Rp 4 triliun yang kita hemat, atau kita re-focusing untuk yang bersifat modal, atau belanja barang yang lebih produktif. Dari non operasional shifting untuk belanja yang lebih produktif. Bisa belanja modal, bisa belanja barang yang berkarakter modal," tuturnya. (fdl/zlf)