Rilis 3: Indonesia Negeri Tumbukan Lempeng, BMKG Minta Masyarakat Jangan Panik, Utamakan Mitigasi

TANGGAL :
Senin, 27 Agustus 2018
JAM NAIK BERITA :
15:03:42
MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Gempa Lombok 2018

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

FILE ORIGINAL :


JAKARTA - Potensi gempa di Indonesia sangat tinggi. Namun BMKG menegaskan agar kendati tetap harus waspada, masyarakat jangan panik.
Demikian disampaikan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema "Inpres 5 Tahun 2018: Rekonstruksi Fasilitas Dasar Pasca Gempa Lombok 2018", bertempat di Ruang Serba Guna Roeslan Abdulgani, Gedung Utama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Jakarta, Senin (27/8/2018).

“Jadi kita memang harus tetap waspada. Karena kita memang masih akan mengalami gempa, mengingat Indonesia adalah negeri cincin api dan negeri tumbukan lempeng-lempeng,” katanya.

Hanya saja, Dwikorita menegaskan, tapi jangan termakan berita bahwa bumi sedang bergerak. Yang penting, sambung dia, adalah miitigasi bencana.

“Sistem mitigasi bencana harus diperkuat. Sehingga kita siap hadapi ancaman gempa berikutnya. Termasuk di dalamnya, menyiapkan bangunan rumah agar lebih harmoni dengan gempa dan apa yang harus dilakukan sebelum dan setelah gempa,” tandasnya.

Saat ini, menurut Dwikorita, sejatinya sudah bisa diprediksi patahan akan terjadi di mana saja. Oleh karena itulah, sambung dia, yang perlu dilakukan adalah membuat bangunan yang mampu menghadapi guncangan kuat. “Seperti, harus dibuat bangunan yang bila mengalami goncangan bisa bergerak kompak,” katanya.

Bahkan, Dwikorita mengatakan, pemerintah sudah pula menerbitkan panduan, terkait di daerah-daerah yang akan terkena dampak gempa, Termasuk, kata dia, berapa kuat kecepatan pergeseran lempengan.

“Dengan demikian tinggal bagaimana menyesuikan dengan konstruksi bangunan, sehingga tidak langsung roboh. Bahkan kendati digoncang gempa kuat, konstruksi bangunan mampu memberi waktu bagi penghuninya untuk meninggalkan bangunan terlebih dulu,” tuturnya.

Turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini antara lain Staf Ahli Menteri Bidang Perubahan dan Dinamika Sosial Kemensos Asep Sasa Purnama, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga, Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Hambra, dan Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Harmensyah.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube).