Bunga Naik Diwaspadai

TANGGAL :
Rabu, 12 September 2018
JAM NAIK BERITA :
07:53:04
MEDIA :
Kompas

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Iskandar Simorangkir , Deputi Bid. Koordinasi Ekonomi Makro Kemenko Perekonomian

TONE :
Pro

TOPIC :
Bersatu Untuk Rupiah

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

FILE ORIGINAL :


Pelemahan rupiah terhadap dollar AS turut berdampak pada bunga utang dan cicilan utang. Pemerintah akan mengimbangi kondisi itu dengan konsolidasi fiskal yang kuat.
Jakarta, - Pemerintah mewaspadai kenaikan cicilan bunga utang dan utang jatuh tempo akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang berlanjut Oleh karena itu, defisit anggaran 2018 dan 2019 akan dikurangi secara bertahap agar keuangan negara tetap terjaga.

Kenaikan bunga utang akan diimbangi konsolidasi fiskal yang kuat

Data Bank Indonesia yang dikutip Kompas, Selasa 01/9/2018), menunjukkan, utang luar negeri RI per Juni 2018 sebesar 355,74 miliar dollar AS. Dengan nilai tukar berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, Senin (10/9), yakni Rp 14.835 per dollar AS, utang itu setara Rp 5.277 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, volatilitas nilai tukar rupiah akan membebani bunga utang. Kurva imbal hasil surat utang pemerintah naik meski secara umum lebih baik dari 2015.

Perhitungan imbal hasil Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan-yang mempertimbangkan kondisi terkini dan tren global-diupayakan turun dari 2015 yang rata-rata 6 persen. Proyeksi imbal hasil tahun ini berkisar 5,4-5,7 persen. Imbal hasil SPN 3 bulan diperdagangkan 5,3 persen per 10 September 2018.

"Imbal hasil SPN meningkat, ongkos berutang lebih tinggi. Saat ini suku bunga relatif mahal sehingga kami makin hati-hati," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (10/9/2018).

Lebih lanjut Sri Mulyani menyampaikan, defisit anggaran ditekan dalam rangka merespons

tren peningkatan beban bunga utang di masa depan. Defisit APBN 2018 diproyeksikan 2,12 persen produk domestik bruto (PDB). Adapun pada RAPBN 2019, defisit anggaran ditargetkan 1,84 persen PDB.

Secara terpisah, Kepala Penelitian Makroekonomi dan Finansial Lembaga Pengkajian Ekonomi Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia Febrio N Ka-caribu menilai, pembayaran cicilan bunga utang dan utang jatuh tempo pada 2018 dan 2019 relatif aman. Menurut dia, alokasi anggaran yang disusun pemerintah cukup konservatif. Pada 2019, keseimbangan primer mendekati nol, yang berarti pe-

narikan utang baru diperlambat "Mesti diantisipasi biaya bunga utang tahun 2018 yang akan lebih besar dari 2016 sebesar Rp 174 triliun dan 2017 sebesar Rp 202 triliun," kata Febrio.

Menurut Febrio, upaya pemerintah menaikkan peringkat utang Indonesia harus terus dilakukan. Ia mencontohkan, perbedaan imbal hasil utang Filipina, yang hanya satu peringkat di atas Indonesia, cukup signifikan. Imbal hasil untuk tenor 10 tahun di Filipina 3,3 persen, sementara di Indonesia 7,5 persen.

Terkait nilai tukar, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan.

peluang rupiah menguat masih terbuka. Implementasi penggunaan biodiesel 20 persen atau B20 dan penundaan sejumlah proyek infrastruktur akan mendorong perbaikan defisit transaksi berjalan, yang kini menjadi sentimen negatif terhadap pelemahan rupiah.

"Perbaikan defisit transaksi berjalan akan mengembalikan investasi portofolio yang sempat tertekan," kata Mirza

Pada triwulan 11-2018, defisit transaksi berjalan Indonesia sebesar 3,04 persen PDB.

Devisa

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan

Kementerian Koordinator Perekonomian Iskandar Simorangkir dalam diskusi media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 tentang " BERSATU UNTUK RUPIAH " di Jakarta, Senin (10/9), mengatakan, pemerintah tidak berencana membatasi devisa. Artinya, pemerintah tidak akan mengeluarkan kebijakan yang dapat membuat investor dan pelaku usaha khawatir.

"Kalau kita mengubah undang-undang yang mengatur devisa bebas, akan semakin menambah ketidakpastian serta menimbulkan kekhawatiran investor dan pelaku usaha," katanya.

Menurut Iskandar, pemerintah memilih untuk memberikan insentif terhadap eksportir yang mau menahan dan mengonversi devisa hasil ekspor. Pemerintah bersama BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memperdalam pasar keuangan agar instrumen untuk menjaring devisa hasil ekspor lebih atraktif

Cadangan devisa Indonesia per akhir Agustus 2018 sebesar 117,9 miliar dollar AS. Sejak awal 2018, cadangan devisa Indonesia menyusut 14,08 miliar dollar AS. Penurunan cadangan devisa itu salah satunya digunakan untuk membayar utang luar negeri, dividen, pembiayaan impor, dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar di Jakarta, Senin, mengatakan, peningkatan ekspor terus diupayakan untuk menyikapi penguatan dollar AS terhadap rupiah.

"Salah satu upaya paling cepat mengatasi gejolak nilai tukar adalah mendorong ekspor," ujarnya.

Posisi Utang Luar Negeri Menurut Kelompok Peminjam

Pemerintah + H Bank sentral Swasta Lembaga keuangan + H Bukan lembaga keuangan

123.605

5.930

129.736

41.822

121.771

163.592

2014

137.396

5.212

142.608

42.997

125.125

168.123

2015

154.875

3.408

158.283

40.062

121.661

161.722

2016

177.318

3.304

180.622

41.265

131.012

172.277

Desember 2017

176.481

3.247

179.728

41.843

134.710

176.012

Juni 2018

293.328

310.730

320.006

352.899

355.740