BI Prediksi Kurs Rupiah 2019 Rp 14.700/Dollar AS

TANGGAL :
Rabu, 12 September 2018
JAM NAIK BERITA :
10:38:26
MEDIA :
Tribunnews.com

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Iskandar Simorangkir , Deputi Bid. Koordinasi Ekonomi Makro Kemenko Perekonomian

TONE :
Pro

TOPIC :
Bersatu Untuk Rupiah

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

LINK ORIGINAL :

Jakarta -- Bank Indonesia (BI) memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada 2019 berkisar antara Rp 14.300 hingga Rp 14.700. Angka tersebut ditarik secara rasional dengan melihat kondisi kurs rupiah saat ini. Diketahui, rupiah sempat menembus Rp 15 ribu per dollar AS. Saat ini kurs bertahan di kisaran Rp 14.800 per dollar AS
"Sementara proyeksi rata-rata nilai tukar 2019 pada kisaran Rp 14.300-14.700," ujar Deputi
Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara dalam paparan di hadapan anggota Komisi XI di
kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (10/9).
Bank sentral, kata Mirza, memperkirakan 2019 merupakan puncak bagi BI menaikkan suku
bunga. Dengan demikian, setelah 2019, secara berangsur kondisi ekonomi pulih. "Kami
perkirakan volatilitas kurs di 2019 harusnya lebih rendah dibanding 2018," sambung Mirza.

Selain itu, BI juga memprediksi pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun 2018 di bawah
asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2018. Dalam APBN, target pertumbuhan
ekonomi di kisaran 5,1 hingga 5,5 persen, sementara prediksi BI sekitar 5,0-5,4 persen.
"Ini sejalan dengan risiko eksternal yang terus meningkat. Dalam range ini titik tengahnya lebih
pada 5,1-5,2 persen," lanjutnya.
Mirza mengatakan, BI memandang pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai meningkat pada
2019, yakni sekitar 5,1-5,5 persen.
"Saat ini kami dengan melihat situasi global masih cukup menantang, kami di kisaran bahwa
dari range 5,1-5,5 (persen) tersebut," sebut Mirza.
Di sisi lain, pemerintah meminta masyarakat agar tak perlu takut secara berlebihan dalam
menghadapi depresiasi rupiah terhadap dollar AS saat ini.
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian, Iskandar Simorangkir menyatakan, hal itu penting dilakukan agar tak ada efek
negatif yang terjadi atas pelemahan rupiah tersebut.
"Kita harus siap menghadapi penurunan rupiah ini, mau tidak mau. Namun, ini bukan
merupakan hal baru sehingga tidak perlu ditakutkan. Waspada iya, cuma ketakutan berlebihan
itu tidak bagus," jelas Iskandar saat menghadiri Forum Merdeka Barat 9 di Gedung
Kemenkominfo Jakarta, Senin (10/9