Ekonomi Dunia Dinilai Tak Pasti Karena keperkasaan Dolar AS

TANGGAL :
Rabu, 12 September 2018
JAM NAIK BERITA :
15:52:24
MEDIA :
Kumparan.com

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Doddy Zulvendi, Direktur Eksekutif Departemen Internasional BI

TONE :
Pro

TOPIC :
Bersatu Untuk Rupiah

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

LINK ORIGINAL :

Jakarta, : Bank Indonesia (BI) menilai salah satu faktor yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi dunia saat ini adalah pertumbuhan ekonomi dunia yang berat sebelah, yakni menguatnya Amerika Serikat (AS).
"Ekonomi dunia pertumbuhannya berat sebelah. Ibarat pesawat, hanya satu mesin yang menggerakan, karena ekonomi Amerika yang kuat, negara lain melemah," kata Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia Doddy Zulverdi dalam diskusi 'Bersatu untuk Rupiah', di Jakarta, Senin (10/9/2018).

Tumbuhnya perekonomian AS yang diikuti dengan penurunan kinerja ekonomi negara lain inilah yang menimbulkan kekhawatiran di pasar global.

"Orang kemudian khawatir kalau mesin sebelah seperti ini, masih bisa bertahan maju atau tidak sehingga investor ragu dengan ketahanan ekonomi dunia," jelasnya.

Guna menghadapi situasi ketidakpastian ekonomi dunia ini, Bank Indonesia telah menerapkan tiga bauran kebijakan, antara lain kebijakan moneter, kebijakan mitigasi, dan kebijakan menaikkan suku bunga, di mana ketiganya dimaksudkan untuk menstabilitaskan situasi ekonomi dalam negeri.

"Situasi yang kita hadapi memang situasi yang belum pasti. Kita harus selalu waspada. Yang perlu dilihat bahwa otoritas terkait, baik pemerintah, BI, dan OJK tidak tidur, terus berkoordinasi sehingga langkah-langkah stabilisasi terus berjalan," ujarnya.

"Yang kita sarankan adalah masyarakat tetap tenang, menggunakan produk dalam negeri, lalu untuk liburan keluar negeri kurangi dahulu. Intinya, tolong berbagai pihak masyarakat membantu mencoba mengurangi dominasi dolar," tandas Doddy.