Rilis 4 : Basarnas: Fokus Menyelematkan Korban di Daerah Paling Parah

TANGGAL :
Kamis, 4 Oktober 2018
JAM NAIK BERITA :
16:13:55
MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Update Tanggap Bencana Sulteng

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

FILE ORIGINAL :


JAKARTA - "Sekarang ini, Basarnas (Badan SAR Nasional) fokus terlebih dahulu mencari dan menyelamatkan para korban di daerah terparah seperti Palu, Sigi, Balaroa dan Donggala serta daerah-daerah yang ditandai warna merah setelah gempa dantsunami terjadi," demikian disampaikan Kepala Biro Perencanaan Basarnas Abdul Haris dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema "Update Tanggap Bencana Sulteng", bertempat di Lobi Graha BNPB, Jakarta, Kamis (4/10/2018).
Menurutnya, terkait yang dilakukan Basarnas bahwa lembaganya menerima informasi gempa tanggal 28 September dari BMKG dan tercatat ada 5 kali gempa."Kami mengerahkan operasi gabungan dalam hal ini Polri, TNI, LSM dan masyarakat. Kita tahu bersama berdasarkan UU Kebencanaan pada dasarnya SAR adalah salah satu master dalam perencanaan. Dalam hal ini SAR berperan sebagai koordinator. Karena itu Basarnas menunjuk kepada SAR Pallu berlaku sebagai koordinator untuk menggalang kerja sama dengan berbagai unsur tadi," paparnya. lagi.

Sedangkan untuk misi pencarian korban dibantu koordinator lapangan serta bantuan daray, laut dan udara. "Mengenai komando pengendalian, kami dari kantor pusat mengendalikan dan meng-update infonya hari perhari. Kami punya Basarnas Command Center yang berada di Kemayoran dan berkoordinasi dengan yang ada di lapangan," tambahnya.

Sebagai bala bantuan, Basarnas mengarahkan 3 kapal yaitu KM Pacitan dari Kendari, dan dua kapal lagi yaitu KM SAR Laksmana dari Banjarmasin dan KM SAR Wisageni dari Banjarmasin.

Ia juga menjelaskan bahwa kualifikasi personil Basarnas sedang didorong untuk memiiliki sertifikasi internasional."Maka personil kami mempunyai kualifikasi untuk menerobos tempat-tempat sulit dan sempit. Selanjutnya kami mengirimkan helikopter ke lokasi untuk pengangkutan korban jika membutuhkan pertolongan segera mungkin. Selanjutnya hasil operasi SAR ini memang berhasil mendata angka korban sebanyak 1424 jiwa. Sedangkan hingga operasi SAR hari ini yang dilakukan Basarnas sampai pukul 12.00 WITA," jelasnya panjang lebar.

Turut hadir dalam FMB 9 kali ini antara lain: Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPBS Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Informasi Gempa dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, dan Paban I/Renops TNI Kol (Pnb) Danet Hendriyanto.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (YouTube).